Bila Berjalan Sukses, Buralimar Sebut Travel Buble Akan Diperluas

Tanjungpinang, Netkepri – Sebanyak 28 turis Singapura tersebut berlayar menggunakan kapal feri Batamfast dari Tanah Merah Singapura, langsung menjalani prosedur protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari cek suhu badan, melakukan test PCR Swab, pengambilan blue pass, check-in aplikasi peduli lindungi melalui QR code hingga akhirnya wisatawan langsung melakukan isolasi mandiri masih di kawasan Nongsa Sensation.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan bahwa kedatangan perdana Wisatawan dari singapura yang tiba di Pelabuhan Nongsapura Kota Batam untuk sementara tidak bisa keluar dari Kawasan Nongsa.

Hal tersebut tidak lepas dari konsep Travel Buble yang diberlakukan sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19.

“Wisatawan untuk sementara belum bisa keluar dari kawasan nongsa,” kata Buralimar.

Saat ini kawasan Travel Buble hanya Nongsa dan Lagoi, maka Wisatawasan yang berkunjung untuk sementara hanya di kawasan itu saja.

Dikatakannya, saat ini pihaknya akan mengamati perkembangan berjalannya kunjungan wisatawan di Kawasan Travel Buble minimal dalam satu bulan.

“Travel buble ini merupakan Pilot Project, kita amati dlu perkembangannya sebulan ini,” jelasnya.

Ditambahkan Buralimar, Apabila pelaksanaan Travel Buble ini sukses, maka kedepan akan memungkinkan untuk diperluas.

“Kita dorong pemerintah agar Travel Buble ini tidak hanya di Kawasan Nongsa dan Lagoi saja, tapi juga mencakup Pulau Batam dan Pulau Bintan,” tambahnya.(Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gesa Buana dan Posyandu Holistik Terintergrasi Layanan Primer Diluncurkan di Kabupaten Bintan

Advetorial, Bintan, NetKepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan dua program kesehatan di Kabupaten Bintan ...