Tim Ahli Cagar Budaya Ini Sebut Pentingnya Pelestarian Cagar Budaya di Kepri

Tanjungpinang, NetKepri – Pentingnya pelestarian budaya di Kepulauan Riau sebagai Provinsi yang mempunyai nilai sejarah.

Salah satu tim ahli cagar budaya Provinsi Kepulauan Riau, Riawina mengatakan untuk Provinsi Kepri ini kaya akan situs sejarah serta kaya akan cagar budaya.

“Provinsi Kepri ini adalah salah satu Provinsi yang mempunyai nilai sejarah kerajaan Melayu Riau Lingga dan mempunyai nilai sejarah dan budaya,” ujarnya saat berbincang dengan Media ini, Rabu (01/09).

Riawina yang juga sebagai Sekertaris Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Kepri ini mengutarakan sangat berharap dengan generasi penerus bahwasannya kalau ingin tau tentang sejarah Melayu tentunya cika bakalnya itu tentu saja dari adanya situa sejarah peninggalan zaman dahulu.

“Ini ada di semua Kabupaten dan Kota termasuk yang paling kita lihat saat ini ada di Pulau Penyengat,” jelasnya.

Berdasarkan Undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 tentang pelestarian cagar budaya yang menyebutkan bahwa pelestarian cagar budaya harus dilakukan.

“Untuk mengetahui bahwa Provinsi Kepulauan Riau sebagai cikal bakalnya serta untuk generasi penerus anak cucu kita supaya tahu bahwa sejarah kemelayuan kita itu dilihat dari peninggalan-peninggalan sejarah tadi,” jelasnya.

Menguatkan lagi, Provinsi Kepulauan Riau sudah mempunyai Peraturan Daerah tentang cagar budaya untuk memperkuat di daerah sebagai operasional.

“Jadi undang-undang nomor 11 itu dari pusat kemudian turunannya ke Provinsi sudah punya perda jadi Tim Ahli ini bekerja berdasarkan Undang-undang dan Peraturan Daerah,” katanya.

Lebih lanjut, ia sangat menyambut baik dengan program Pemerintah Provinsi Kepri mempunyai program khusus untuk penataan kembali Pulau Penyengat sementara diketahui Pulau Penyengat merupakan kawasan cagar budaya Nasional.

“Yang namanya cagar budaya Nasional harus dilindungi jadi tidak serta merta mau membangun maka untuk itu kita kaji,” terangnya.

Namun setelah beberapa kali pihaknya melakukan pertemuan dengan Gubernur, Tim Ahli melihat bahwa itu tidak menggangu sama sekali cagar budayanya hanya ingin menata.

“Karena Penyengat adalah kawasan Nasional meskipun menata tidak menyentuh cagar budaya situsnya tetapi ada zona tertentu yang tidak boleh diganggu,” lanjutnya.

Kemudian, Wina menyebutkan ingin semua situs dan cagar budaya dilestarikan sehingga kalau sudah mulai hilang tapaknya harus di eskapasi kembali.

“Kita kembalikan seperti bentuk aslinya maka semuanya butuh kajian-kajian tidak asal membangun tentu kajian dengan barang aslinya apa jenis bahannya bangunan dan lain sebagainya,” sebutnya.

Bidang Ahli dan Budaya ini mengungkapkan sangat bersyukur karena Provinsi Kepulauan Riau adalah satu Provinsi yang berdiri sendiri Dinas Kebudayaannya.

“Hanya beberapa Provinsi saja, dengan adanya Dinas Kebudayaan ini maka pendataan tentang cagar budaya situs sejarah itu akan bisa dilestarikan, jadi kita lestarikan apa yang ada jangan sampai rusak,” tuturnya.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gubernur Perpanjang Masa Kerja Ir. Lamidi Sebagai Pj. Sekdaprov Kepri

Tanjungpinang, Netkepri – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad melantik untuk memperpanjang masa kerja Ir. ...