Perpres 72 Tahun 2021, Calon Pengantin harus Daftarkan Diri 3 (Tiga) Bulan Sebelum Pernikahan

Tanjungpinang, NetKepri – Terkait dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting bahwa calon pengantin harus mendaftarkan diri 3 bulan sebelum Pernikahan agar diberikan pendampingan.

Dalam hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Mahbub Daryanto mengatakan masih menunggu arahan dari pusat Dirjen Bimas Islam untuk teknis dan pelaksanaannya.

“Ini karena teknis ya kita tunggu selanjutnya dari Dirjen Bimas Islam,” ujarnya kepada Media ini melalui sambungan handphone, Kamis (16/09) pagi

Saat ini masih memakai dengan teknis yang lama sembari menunggu petunjuk teknis dan sosialisasi ke masyarakat.

“Kita menunggu, kalau aturan dari atas itu hal-hal yang belum sifatnya harus kebijakan dulu,” katanya.

Lanjutnya, persiapan pernikahan memang dari jauh-jauh hari misalnya dari lamaran dan Perpres tersebut agar diketahui membangun rumah tangga tidak semudah yang dipikirkan karena mulai dari perencanaan yang matang.

“Menyiapkan diri, menyiapkan mental, ada juga bimtek pranikah agar memasuki rumah tangga sudah siap lahir batin,” jelasnya.

Mahbub mengungkapkan pihaknya akan merumuskan mengingat Provinsi Kepulauan Riau punya ciri khas sendiri terkait dengan luas wilayah lautan yang bagaimana mensiasatinya.

“Mohon bersabar karena masalah teknis nanti ada aturan turunan ke bawah,” ungkapnya.

Dari Perpres ini terkait dengan penurunan Stunting, pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas sektoral seperti Badan Pemberdayaan Perempuan untuk menghindari masalah yang terjadi setelah menikah.

“Mungkin nanti kita dengan lintas sektoral, kita akan membangun bagaimana menghindari problem setelah menikah terkait dengan KDRT perlindungan perempuan mengadvokasi mereka,” terangnya.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Mediheryanto menyebutkan dalam rangka penurunan angka Stunting bahwa calon pengantin wajib mendaftarkan diri 3 bulan sebelum pernikahan.

“Jadi 3 bulan sebelum pernikahan dia harus sudah melaporkan , kenapa dia harus mendapatkan pendampingan, kemudian Apakah calon pengantin tersebut dalam keadaan sehat, apakah calon pengantin tersebut tidak terkena anemia, organ reproduksi apakah dalam keadaan sehat,” katanya.

Jadi kalau misalnya ada ditemukan kelainan dari beberapa hal tadi maka selama 3 bulan itu masih punya kesempatan untuk melakukan usaha untuk pengobatan

“Sehingga diharapkan waktu acara akad pernikahan calon pengantin berada pada keadaan sehat, tidak anemia kemudian reproduksinya sehat sehingga pada selesai menikah dia kemudian hamil dalam keadaan sehat,” lanjutnya.

Karena kalau dia anemia pada saat hamil akan punya dampak kepada janin yang dikandungnya nanti

“Itu salah satu fakto melahirkan anak Stunting nantinya makanya harus di persiapkan betul, jadi selama 3 bulan calon pengantin di berikan pembekalan dan kalau ada masalah dilakukan penanganan,” tuturnya.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kebakaran Bangunan Belakang Wisma Tepi Laut, Satu Unit Motor Ludes Hangus

Tanjungpinang, NetKepri – Telah terjadi kebakaran di Wisma Tepi Laut sekitar Pukul 16.00 Wib tepatnya ...