Kemenag Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis Untuk UMKM

Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kepri, Dr.H.Mahbub Daryanto, M.Pd.I

Tanjungpinang, NetKepri – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis atau Sehati bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Dr.H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I mengatakan Program Sehati sudah diluncurkan oleh Menteri Agama dan untuk Tahun ini ditargetkan 15 ribu UMKM.

“Jadi pendaftaran itu sudah melalui online terus syarat sudah tercukupi dan saya kira tidak jadi problem karena proses sertifikasi sudah melalui Kementerian Agama tapi tetap Majelis Ulama di aturan Pemerintah bahwa tetap Fatwa dari suatu prodak melalui Majelis Ulama Indonesia,”ujarnya kepada Media ini melalui sambungan handphone, Kamis (09/09).

Mahbub menjelaskan problem yang selama ini terjadi dari para UMKM ketika ingin masuk ke pasar Nasional maupun Internasional yang membutuhkan sertifikasi BPOM, SNI dan lain sebagainya tetapi kehalalan bagi prodak itu sebuah keharusan.

“Sekarang Pemerintah dalam amanat Undang-undang Omnibus low bahwa seluruh UMKM itu ditanggung oleh pemerintah khusus UMK karena bisa mereka bisa mendorong tidak terjadi inflasi,” ungkapnya.

Menurut Mahbub, karena satu perusahaan besar dibanding dengan ratusan UMKM itu nilainya hampir setara.

“Nilai kesplow yang dikelola UMKM, memang kelihatan kecil tapi kecil kaki banyak kalau perusahaan besarkan kali satu cuma,” ucapnya.

Ketangguhan dari UMKM sudah terbukti dari masa-masa sulit seperti sekarang ini yang masih tetap bertahan karena memang sejak kecil.

“Kita berharap dengan fasilitasi oleh Kementerian Agama ini ayo sama-sama para UMKM memanfaatkan fasilitas ini,” terangnya.

Karena memang edukasi dengan gerakan masyarakat sadar halal itu sudah dimulai dari Paud, TK sehingga masuk tempat perbelanjaan yang diutamakan melihat lebel kehalalannya.

“Ketika masuk supermarket yang dilihat selain lebel yang SNI dan lainnya juga lebel kehalalan dari sebuah prodak tersebut,” ujarnya.

Target Menteri Agama dua atau tiga tahun kedepannya bisa terlampaui bahkan sampai 15 juta UMKM akan difasilitasi.

“Untuk di Kepri sendiri tahun kemarin kita fasilitasi ada dua ratus UMKM yang kita keluarkan sertifikatnya hanya satu yang gagal karena memang problem ada di perusahaan mereka ada syarat yang tidak terpenuhi,” lanjutnya.

Maka ada Program Sehati dan Program  siHalal, jadi khusus untuk UMKM itu ada subsidi dari Pemerintah dimana tahun lalu disubsidi 3 juta rupiah kepada MUI.

“Subsidinya langsung dari Badan Penjaminan Mutu Produk halal di Jakarta nanti dikirim melalui MUI nanti MUI yang mengelola uangnya jadi kalau di Kementerian Agama layanannya 0 rupiah,” jelasnya.

Terakhir, ia menghimbau kepada seluruh UMKM untuk melakukan sertifikasi halal agar berpacu bagaimana industri Halal ini menjadi gaya hidup baik dari mulai produsen, konsumen agar menyadari dengan pentingnya lebelisasi Halal.

“Daerah pariwisata seperti Batam para muslim kita dari Malaysia mereka lihat sertifikasi halalnya termasuk muslim dari timur tengah yang mampir kesini pasti melihat lebelisasi Halalnya,” tuturnya.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BPJS Luncurkan Aplikasi Mobile JKN, Permudah Masyarakat Dalam Pengurusan

Tanjungpinang, NetKepri – Di masa era Pandemi saat ini yang sedang, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ...