Tokoh dan Ormas Bintan Pertanyakan Kebijakan Antigen Berbayar Masuk Wilayah Tanjungpinang

Tanjungpinang, NetKepri – Perppat Bentan bersama Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Bintan mendatangi Pos Penyekatan PPKM untuk mempertanyakan Test Antigen berbayar di Km 14 Sungai Pulai, Kamis (15/07).

Ketua Perppat Bentan, Hasriawadi mengungkapkan Posko penyekatan petugas medis tidak memiliki surat tugas.

“Ini suatu kejanggalan, kami juga baru mendapatkan kwitansi seperti ini yang harus membayar 150 ribu setiap penduduk masyarakat Bintan yang akan beraktifitas ke Tanjungpinang,” katanya.

Lanjutnya, Pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bintan bermaksud mendatangi ini bukan untuk demo hanya ingin mempertanyakan terkait penerapan aturan Antigen berbayar.

“Ini sangat tidak manusiawi, kenapa saya katakan seperti itu, sekian tahun puluhan tahun mereka yang beraktivitas ke Tanjungpinang hanya menjual dagangannya harus menangis tolong memperjuangkan,” terangnya.

Ia menambahkan jika mengikuti aturan Kabupaten Bintan juga melaksanakan PPKM tetapi diharapkannya Penerapan aturan PPKM darurat ini pakai rasa kemanusiaan terhadap Penerapan aturan tidak bijak.

“Jadi artinya kalau kita melihat surat edaran Pak Gubernur tidak mewajibkan suatu wilayah memungut biaya 150 ribu, Pemerintah Daerah setempat boleh merapit atau antigen tapi kalau ada bunyi 150 ribu tolong katakan sama saya,” jelasnya.

Dari kedatangannya ia meminta kebijakan Antigen berbayar di Posko Penyekatan Tanjungpinang Bintan ini dievaluasi.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jumpai Wakil Ketua DPR RI, Bupati Lingga Jemput APBN

Lingga Netkepri.com – Bupati Lingga, Muhammad Nizar menemui Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel di ...