Honor Relawan Covid-19 di LPMP Belum Dibayarkan, Ini Kata Plt Kepala BPBD Bintan

Bintan, NetKepri – Honor para relawan menangani pasien Covid-19 yang bertugas di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kepulauan Riau di Jalan Tata Bumi Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan dari Bulan Mei sampai saat belum dibayarkan.

Informasi tersebut didapatkan Media ini dari salah satu relawan yang bertugas di tempat tersebut

“Iya belum dibayarkan, banyak yang sudah nanyak kapan keluar tetapi kata orang BPBD Bintan lagi di proses terus,” ucap salah satu relawan yang tidak ingin disebutkan namanya

Dikatakannya Honor ia tidak terima dari bulan Mei dengan 1 harinya 115 ribu rupiah dan hampir setiap saat menanyakan tentang honor kepada BPBD Bintan.

“Honor relawan di LPMP Provinsi Kepri belum dibayarkan mulai dari bulan mei sampai sekarang oleh BPBD Kab.Bintan, tiap hari kami menanyakan, relawan terdiri dari relawan Nakes, Tagana, dan PMI,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah Nakes yang tidak ingin juga disebutkan namanya. Ia mengungkapkan sudah kurang lebih dua bulan menjadi relawan Nakes ditempat tersebut yang dihitung dari Mei 2021 sampai saat ini dan honor belum dibayarkan oleh BPBD Kabupaten Bintan.

“Iya dari bulan Mei belum dibayar, dihitung per shift, tapi infonya kemarin honornya di kasih perbulan,” katanya.

Terkait permasalahan tersebut, Plt Kepala BPBD Kabupaten Bintan, Ramlah membenarkan hal tersebut dan dikatakannya saat ini sudah proses pengajuan.

“Bukan insentif aja tapi semua biaya temasuk makan minum, doakan aja prosesnya lancar,” ujarnya saat dihubungi media ini melalui sambungan handphone, Jumat (16/07)

Dijelaskannya dalam pencairan honor tersebut bukanlah mudah melainkan melalui mekanisme sesuai aturan dan prosedur.

“Ini yang kita harus kerjakan administrasinya, lagian staf kami terbatas dan banyak yang terpapar termasuk saya sekarang ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ramlah menerangkan insentif untuk para relawan ini bukan dana rutin dari BPBD melainkan Dana Tidak Terduga maka mesti melalui proses.

“Inikan Bantuan Tidak Terduga (BTT), intinya kan perlu prosedur kecuali dana itu ada ditangan kami dan kalau kami tak cairkan itu yang tak boleh, Kendalanya itukan dana BTT bukan dana yang ada di BPBD,” katanya.

Pencairan Insentif para relawan ini, tambahnya terkendala proses hambatan administrasi karena keterbatasan personil tim atau staf terbatas dan banyak yang terpapar Covid-19 termasuk dirinya.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Target Herd Imunity, Pemko Tanjungpinang Fokus Selesaikan Vaksin Dosis 2

Tanjungpinang, NetKepri – Saat ini Program Vaksinasi sedang digesa oleh Pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok ...