Curhat Nelayan Lingga : 2 atau 3 Bulan Lalu, 50 Ribu Pun Sulit Kami Cari

Lingga, Netkepri.com – Pengusaha sekaligus nelayan di Desa Tanjungirat mengalami dampak yang cukup signifikan sejak terjadinya dampak covid 19 di Kampung halamannya.

Pasalnya semenjak hal ini terjadi harga penjualan berupa hasil laut yaitu, kepiting mengalami penurunan harga yang semula untuk great A di hargai 80 Ribu semenjak covid sekitar 60 Rb saja, bukan hanya itu untuk Great B dan C juga mengalami penurunan harga.

Saat wartawan memantaui aktivitas pengusaha dan nelayan di rumahnya, ia menjelaskan bahwa semua mengalami penurunan, bahkan untuk bantuan saja tidak mereka dapatkan.

“Untuk great A 60 ribu, B 30 ribu dan c 15 ribu per kg sementara pada saat sebelum pandemi harga bisa mencapai 80 Ribu untuk great A sementara B 60 dan C 40 ribu per Kg” ungkap Buyung W selaku nelayan desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep barat pada hari Selasa ( 08/06).

Buyung juga mengatakan bahwa selain menampung kepiting saya juga mencarinya, namun iya juga bersyukur bahwa harga saat ini sudah mulai stabil seperti sebelum pandemi covid 19, bahkan bisa mendapatkan uang 100 per hari.

“Saya jual hasil tampungan ini ke pulau Singkep ada juga di pulau mas, untuk kepiting ini sendiri tidak pakai musim, artinya tiap waktu ada,” jelasnya kembali.

Harga saat ini menurut Buyung sudah kembali normal seperti sebelum covid, dulunya sejak awal covid masuk ke kampung, harga turun drastis keadaan normal ini sudah 2 atau 3 bulan yang lalu.

“Waktu dulu sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu harga nya masih rendah namun Alhamdulillah sekarang sudah normal kembali,” tambahnya.

Hampir 80 persen masyarakat di desa Tanjung Irat ini bermata pencaharian sebagai nelayan, sisanya sebagai pegawai dan buruh harian lepas, menurut nya sampai saat ini nelayan di desa Tanjung Irat belum mendapatkan bantuan nelayan padahal hal ini perlu dirasa perlu mengingat alat tangkap nelayan yang masih kurang.

“Kita sampai saat ini belum mendapat bantuan dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi padahal di sini ada kelompok nelayan dan sudah mengajukan proposal, namun proposal itu sampai tahap mana saya juga tidak tau, kami sangat membutuhkan alat bantu tangkap nelayan,” jelas Buyung sembari menunjuk alat tangkap kepiting.

Selain itu sejak terjadinya dampak covid ini, kami hanya mampu mendapatkan uang 50 ribu dalam sehari itupun sangat sulit, namun sekarang keadaan sudah semakin membaik kami saat ini bisa mendapatkan 100 per harinya.

“Sejak awal covid kami sehari untuk mencari 50 ribu pun sulit, sekarang sudah mulai normal untuk 100 rb perhari sudah bisa kita dapatkan,” tambahnya.

Dalam waktu 3 atau 4 hari kami juga bisa menjual kepiting antara 70 sampai 100 Kg ini produk kami pasarkan ke pulau mas, untuk yang di rebus kita jual di Dabo (pulau Singkep).

“Kita dalam waktu 3 sampai 4 hari bisa menjual 70 sampai 100 kg kepiting,” ungkap nya. (Bud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PPDB dan Rencana Tatap Muka Ini Kata Plt.Kadisdik Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, NetKepri – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021 bagi calon pelajar SD hingga ...