Nizar-Neko Diminta Usulkan Lingga Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

Muhammad Firman Aqrabi, Pemuda Asal Lingga yang juga menjabat sebagai Presidium Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Lingga

Tanjungpinang, Netkepri – Bupati Lingga dan Wakilnya diminta untuk segera mengusulkan Kabupaten Lingga sebagai Kawasan Ekonomi Eksludif. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Firman Aqrabi, Pemuda Asal Lingga yang juga menjabat sebagai Presidium Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Lingga di Tanjungpinang, Kamis (8/4).

“Kabupaten Lingga harus berlari dari ketertinggalan dan melakukan lompatan jauh kedepan,” kata Firman.

Dalam perbincangannya bersama media netkepri, dirinya meminta bupati beserta jajaran jangan hanya terfokus pada anggaran tambahan dari pusat, tapi juga memertimbangkan potensi PAD dari Investasi ataupun pihak swasta.

“Kita berharap pemerintah lebih jeli dalam menangkap peluang yang ada dengan kewenangan yang dimiliki. kita bisa usulkan ke pusat agar Kabupaten Lingga ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ini mesti diperjuangkan sesuai dengan paragraf ke 2 pasal 16 PP no 1 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus, agar investasi mau masuk ke lingga ini dengan segala fasilitas, insentif & kemudahan fiskal lainnya bagi daerah yg di tetapkan sebagai KEK,” ungkapnya penuh semangat.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, saat ini ada sekitar 18 kawasan KEK yang Sudah di tetapkan dan 11 KEK tersebut menjadi kawasan industri.

“Kalau tidak salah, saat ini setidaknya ada sekitar 19 KEK yang sudah di tetapkan pemerintah pusat Ke-19 KEK tersebut terdiri dari: 11 KEK industri dan 8 KEK pariwisata. 3 KEK diantaranya ada di KEPRI yaitu 1 di bintan dan 2 di Batam, menyusul KEK pulau asam di karimun,” jelasnya.

Ditambahkannya, disamping menarik investasi dan penciptaan lapangan pekerja, beberapa pelaku usaha di KEK telah melakukan produksi dan berkontribusi menyumbang devisa negara melalui ekspor yang sudah dilakukan ke lebih dari 30 negara senilai Rp5,2 triliun pada 2020.

“Ini adalah peluang yang sangat baik, Kita berharap setidaknya di usulkan lh lingga ini sebagai KEK Pariwisata sebab kita punya potensi pariwisata yg tidak ada di daerah lain di provinsi kepri, seperti Garis kathulistiwa/ekuator, pemandian air panas, serta pusat budaya tamadun melayu yg pada th 1999 lingga ditetapkan sebagai “Bunda Tanah Melayu” oleh beberapa negara tetangga dan masih banyak potensi-potensi lainnya,” tambahnya.

Mengakhiri perbincangannya, ia mengatakan Kabupaten Lingga harus segera mengambil peluang yang ada di depan mata bahkan hal ini jangan sampai lalai dan di ambil oleh daerah-daerah lain kita harus ada PAD yang jelas bukan hanya mengandalkan dana transfer pusat ke daerah saja

“Kami mendorong Nizar-Neko mampu mengambil peluang tersebut, paling tidak di periode ini dapat di usulkan & ditetapkan, periode selanjutnya sudah dapat berjalan Hal ini saya kira menjadi nilai plus kita, mari membangun lingga dengan lebih mengutamakan keperkasaan otak ketimbang kilauan kapak,” tutupnya. (Bud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Penemuan Varian Baru Covid-19 di Batam, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Tanjungpinang, Netkepri – Pemprov Kepri menghimbau masyarakat untuk mewaspadai beredarnya varian baru COVID-19, yang lebih ...