Berikut Pola Distribusi Perdagangan Komoditas Strategis Di Provinsi Kepri

Tanjungpinang, NetKepri.com
Distribusi perdagangan komoditas beras dari luar provinsi sampai ke konsumen akhir di Provinsi Kepulauan Riau melibatkan beberapa pelaku usaha distribusi, yaitu luar provinsi,
distributor, pedagang grosir, pedagang eceran, supermarket/swalayan, dan pedagang eceran.

“Pola distribusi perdagangan beras tahun 2019 memiliki jumlah rantai yang sama seperti pola utama tahun 2018 yaitu 3 rantai berikut Luar Provinsi, Distributor, Pedagang, Eceran dan Konsumen Akhir,”ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Agus Sudibyo, M.Stat

Ia mengatakan Survei pola distribusi perdagangan beberapa komoditas di Provinsi Kepulauan Riau merupakan survei yang bertujuan untuk mendapatkan pola distribusi perdagangan dan margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) total dari produsen sampai dengan konsumen akhir pada suatu wilayah.

“Berdasarkan hasil Survei Poldis tahun 2020, MPP total untuk pola utama distribusi perdagangan beras di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 sebesar 29,03 persen,”ucapnya

MPP total untuk pola utama distribusi perdagangan beras di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 secara nasional menempati urutan tertinggi ke-4 setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Maluku.

Labih lanjut, untuk Distribusi perdagangan komoditas cabai merah dari petani sampai ke konsumen akhir di Provinsi Kepulauan Riau melibatkan beberapa pelaku usaha distribusi, yaitu luar provinsi, petani, pedagang pengepul, pedagang grosir, dan pedagang eceran.

“Sementara itu, pelaku perdagangan
yang terlibat dalam pola utama terdiri dari pedagang pengepul, pedagang grosir, dan pedagang
eceran,”ujarnya

Berdasarkan hasil Survei Poldis tahun 2020, MPP total untuk pola utama distribusi perdagangan cabai merah di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 sebesar 71,41 persen.

Berikutnya, Distribusi perdagangan komoditas bawang merah dari luar provinsi sampai ke konsumen akhir di Provinsi Kepulauan Riau melibatkan beberapa pelaku usaha distribusi, yaitu luar provinsi/ luar negeri, pedagang pengepul, agen, pedagang grosir, dan pedagang eceran.

“Sementara itu, pelaku perdagangan yang terlibat dalam pola utama terdiri dari pedagang grosir dan pedagang
eceran,”tuturnya

Survei Poldistahun 2020, MPP total untuk pola utama distribusi perdagangan bawang merah di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 sebesar 26,81 persen. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa kenaikan harga bawang merah mulai dari luar provinsi sampai ke konsumen akhir sebesar 26,81 persen.

Kemudian, Distribusi perdagangan komoditas daging ayam ras dari produsen sampai ke konsumen akhir di Provinsi Kepulauan Riau melibatkan beberapa pelaku usaha distribusi, yaitu Distributor, Sun Distributor, Pedagang Grosir, Supermarket/Swalayan, dan pedagang eceran. Sementara itu, pelaku perdagangan yang terlibat dalam pola utama terdiri dari pedagang grosir dan pedagang eceran.

Berdasarkan hasil Survei Poldistahun 2020, MPP total untuk pola utama distribusi perdagangan daging ayam ras di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2019 sebesar 49,59 persen. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan harga daging ayam ras mulai dari produsen sampai ke konsumen
akhir sebesar 49,59 persen.

(RUDI PRASTIO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Polres Bintan Kawal Pendistribusian Vaksin Covid-19 Menuju Kantor Dinkes Bintan

Bintan, NetKepri.com – Kabupaten Bintan hari ini menerima sebanyak 2.680 Vaksin Covid-19 yang dibawa dari ...