Jelang Pencoblosan, Zaini Ajak Semua Pihak Mengawal Dan Laporkan Jika Ada Dugaan Politik Uang

Tanjungpinang, NetKepri.com – Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini, M.Kom.I mengatakan para rekan media memiliki peran untuk menyukseskan Pilkada yang Demokratis, berintegritas, dan berkualitas.

Hal tersebut dikatakannya dalam acara Bawaslu Kota Tanjungpinang menggelar Media Gathering di salah satu Hotel di Kota Tanjungpinang, Sabtu (05/12/2020) Pagi.

“Outputnya adalah bagaimana proses berjalan dengan kondusif baik secara teknis maupun nanti dari sisi pengawasan,”ucapnya di Akhir kegiatan

Ia mengungkapkan salah satu poin yang bisa di eksplorasi adalah memberikan informasi yang edukatif agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dengan harapan menghasilkan pemimpin yang baik serta berkualitas.

“Mudah-mudahan pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang serius dan peduli cinta terhadap masyarakat dan rakyatnya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau,”ungkapnya

Selain itu, Zaini menambahkan ada beberapa titik krusial dalam tahapan dari sisa tahapan penghujung kampanye kemudian pada hari tenang tiga hari dan pada saat pemungutan dan perhitungan suara.

“Mari kita mengawal titik krusial tersebut jangan beri celah sedikitpun adanya potensi dugaan pelanggaran,”ujarnya

Ia juga menghimbau agar semua pihak turut menolak, melawan dan melaporkan dugaan pelanggaran politik uang sanksinya diatur dalam pasal 187A ayat 1 dan 2 Undang-Undang No.10 Tahun 2016.

“Bahwa setiap orang dilarang menjanjikan dan memberi uang atau materi lainnya, maka pemberi dan penerima sama-mendapatkan sanksi pidana 72 bukan dan 1 milyar,”terangnya

Kemudian agar tidak melakukan jadwal diluar kampanye selama masa tenang mulai dari tanggal 6-8 Desember 2020. Karena jika melanggara, maka ada sanksi pidananya. Secara tegas diatur dalam Pasal 187 Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016.

“Pasal tersebut menyatakan setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu diluar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp100 ribu,”tuturnya

 

(RUDI PRASTIO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT PGRI ke 76, PGRI Kecamatan Lingga Gelar Bimtek PTK

Lingga, Netkepri – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Lingga mengelar Bimtek pemantapan ...