Perkembangan Inflasi Mei 2020, Ini Angkanya

Tanjungpinang,NetKepri.com – Pada Mei 2020, IHK (Indeks Harga Konsumen) Provinsi Kepulauan Riau (Kota Batam dan Kota Tanjungpinang) menunjukkan infasi sebesar 0,15 persen.

Hal ini disampaikannya oleh Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepulauan Riau Rahmad Iswanto,SST.,M.Si melalui video streaming, Selasa, (02/06/2020)

“Infasi terjadi karena kenaikan
Indeks Harga Konsumen dari 103,11
di bulan April 2020 menjadi 103,26 di
bulan Mei 2020,”ucapnya

Ia mengatakan Inflasi tahun kalender (Januari s.d Mei 2020) sebesar -0,19 persen. Infasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 0,52 persen.

“Dari 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat Kota Batam mengalami
infasi sebesar 0,16 persen,
sedangkan Kota Tanjungpinang
mengalami infasi sebesar 0,01
persen.,”Ujarnya

Dilihat dari kelompoknya, infasi
yang terjadi di bulan Mei 2020 ini disebabkan oleh naiknya indeks 5 kelompok yaitu: kelompok transportasi naik sebesar 2,42 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,57 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,03 persen; serta kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,02 persen.

Sebaliknya terdapat 2 kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau turun sebesar 0,65 persen; serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga turun sebesar 0,03 persen.

Dari 370 komoditas yang menyusun
infasi Kota Batam, 64 komoditas
mengalami kenaikan harga dan 41
komoditas mengalami penurunan
harga.

Sedangkan untuk Kota Tanjungpinang, dari 352 komoditas yang menyusun infasi, sebanyak 60 komoditas mengalami kenaikan harga dan 37 komoditas mengalami penurunan harga.

Infasi yang terjadi di bulan Mei 2020 disebabkan oleh naiknya indeks 5 kelompok yaitu kelompok transportasi naik sebesar 2,42 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,57 persen; kelompok
kesehatan naik sebesar 0,17 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,03 persen;
serta kelompok pakaian dan alas kaki
naik sebesar 0,02 persen.

 

Sebaliknya terdapat 2 kelompok
yang mengalami penurunan yaitu:
kelompok makanan, minuman dan
tembakau turun sebesar 0,65 persen;
serta kelompok perlengkapan,
peralatan, dan pemeliharaan rutn
rumah tangga turun sebesar 0,03
persen.

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks harga.

Rahmad menambahkan tiga bulan terakhir ini dengan adanya pandemic Covid-19 ini terbukti inflasi terkendali bisa di bilang bahwa ini dikarenakan daya beli masyarakat yang mulai menurun

“Biasanya di bulan Mei atau di tahun sebelumnya terjadi di bulan Juni ini adalah bulan inflasi lebaran tetapi kita lihat dengan 0,15% itu tidak terjadi inflasi atau gejolak komoditi yang cukup berarti hanya beberapa komoditi saja yang mengalami gejolak harga,”tuturnya

Seperti transportasi udara jelasnya lagi, kemudian daging ayam ras dan juga bawang putih serta ada beberapa komoditi parfum yang mengalami gejolak harga menimbulkan andil inflasi yang lumayan.

Akan tetapi, karena pengumpulan
datanya dilakukan dengan cara yang
tidak sama dengan angka inflasi
yang dihasilkan sebelum
merebaknya wabah virus corona
(COVID-19) dan penerapan social
distancing, maka dalam kedalaman
teknik tertentu angka infasi yang
dihasilkan tdak bisa diperlakukan
secara apple to apple dengan angka
infasi hasil perhitungan sebelumnya.

Ketidakterbandingan tersebut salah
satunya disebabkan oleh perilaku
konsumen dalam membeli barang/
jasa dan sikap pedagang dalam
menetapkan harga pada saat pandemini tdak berlaku seperti biasanya, sekalipun secara Statistik estmasi angka infasi tersebut dapat
dipertanggungjawabkan.

(RUDI PRASTIO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS) Mengecam Kegiatan Pertambangan di Pulau Selayar Kabupaten Lingga

Lingga (NetKepri) – Ketua Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS), R.N.Cahyono, mengecam keras pertambangan yang ada ...