PT. TBJ  di duga belum membayarkan Dana Community Development Terhadap Masyarakat 

Tanjungpinang, Net Kepri.Com- Setelah tersandung masalah regulasi dan rekomendasi dan perijinan yang ditengarai belum lengkap secara keseluruhan, saat ini PT.Telaga Bintan Jaya (TBJ) dihadapkan dengan persoalan kompensasi masyarakat yang belum terselesaikan secara baik.

 

Apabila persoalan pembayaran kompensasi terhadap masyarakat tidak segera diselesaikan akan berdampak terhambatnya optimalisasi target pencapaian perusahaan

 

Selain permasalahan perijinan yang di duga masih banyak yang belum dilengkapi, perusahaan yang mendapatkan kuota eksport sebesar 2,2 juta matrik ton ini ternyata belum menyelesaikan pembayaran kompensasi serta dana assalamualaikum masyarakat yang terkena dampak aktifitas tambang.

 

Informasi itu diperoleh Net Kepri.Com dari Amran, salah seorang tokoh masyarakat desa Langkap, Dabo Singkep.

 

Dia mengatakan, PT. Telaga Bintan Jaya belum menyelesaikan permintaan masyarakat yakni pembayaran dana kompensasi masyarakat dan anggaran assalamualaikum terhadap masyarakat yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung akibat adanya aktifitas pertambangan di lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

 

“Kami berharap dan meminta agar kompensasi dan assalamualaikum dibayarkan dimuka, kami tidak ingin pembayaran itu dibayarkan setelah kegiatan pertambangan dan eksport selesai dilakukan,” Ujarnya.

 

Kendati demikian, Minggu lalu, upaya sosialisasi dan musyawarah untuk mufakat telah dilakukan perusahaan di dampingi pihak Polres Kabupaten Lingga.

 

Menurut Amran, Bupati Lingga tidak di undang saat kegiatan sosialisasi itu diadakan.

 

Namun, atas inisiatif Pak Bupati, beliau tetap mengutus dan menugaskan assisten 1 untuk memantau dan melihat hasil sosialisasi yang dilakukan PT.TBJ sebagai bentuk kepedulian terhadap investasi yang berada di Kabupaten Lingga,” Terang Amran.

 

Katanya, sampai saat ini hasil sosialisasi, musyawarah dan pembahasan permintaan masyarakat belum disepakati pihak perusahaan.

 

Kesepakatan antara masyarakat langkap dengan pihak Manajemen PT. TBJ mengenai Dana kompensasi dan assalamualaikum atau dana Community Development (CD) Yang diminta oleh masyarakat dibayarkan di muka belum menemukan kesepakatan.

 

“Kami tidak mau kejadian yang sama di tahun 2013 silam terjadi lagi, begitu aktifitas tambang tselesai beroperasi atau di tutup, kompensasi kami tidak dibayarkan”.

 

Masyarakat berharap, segala bentuk kompensasi harus dibayarkan dimuka sehingga masyarakat tidak dirugikan dan ikut menikmati secara langsung hasil kegiatan tambang dan ekspor bauksit Yang dilakukan oleh PT TBJ.

 

Berkenaan dengan permintaan masyarakat, Kenny, Direktur Utama PT. Telaga Bintan Jaya mengatakan, pada saat sosialisasi dilaksanakan hal senada juga sudah kita bahas namun tidak menemukan kesepakatan.

 

Katanya, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu beraktifitas, bentuk tanggung jawab itu mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan dan lain sebagainya akan kita upayakan untuk diakomodir.

 

Saat sosialisasi beberapa waktu lalu kita sudah menawarkan pemberian bibit untuk memperdayakan masyarakat sekitar agar berkebun dan bercocok tanam dan hasil perkebunannya bisa di jual ke kita dan dipasarkan di pasar bintan centre milik pak suryono.

 

“Apasaja hasil perkebunan atau pertanian masyarakat nantinya akan kita beli, Kata Kenny.

 

Tapi masyarakat tidak menyetujui alternatif yang kita tawarkan, masyarakat menginginkan perusahaan menyediakan anggaran.

 

Akhirnya perusahaan dan masyarakat membuat kesepakatan tertulis, dimana jika perusahaan telah melakukan kegiatan ekspor baru permintaan masyarakat bisa kita realisasikan, Terang Kenny.

 

Namun, kita tidak juga menutup diri dari segala bentuk permintaan masyarakat yang di tujukan kepada kita, bila kita mampu untuk memenuhinya pasti akan kita bantu disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan kita,”Katanya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, management  PT. TBJ telah mendapatkan kuota eksport sebesar 2,2 juta ton  yang berlaku selama 1 tahun, terhitung  dari 8 juli 2019 dan berakhir tanggal 7 juli 2020, namun, sampai saat ini sudah 7 bulan PT. TBJ belum melaksanakan kegiatan eksport setelah kuota eksport dan ijin eksport mereka kuasai, sedangkan waktu yang eksport tersisa 5 bulan lagi. (Mat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BPJSTK Tanjungpinang Bagikan 108 Paket Bahan Pangan Bergizi

Tanjungpinang,NetKepri.com – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK terus menunjukkan kepeduliannya di masa pandemik, kali ini sebanyak ...