GTT se Kota Tanjungpinang Ikut Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

Tanjungpinang (NetKepri) – Sejumlah Guru Tidak Tetap (GTT) se Kota Tanjungpinang mengikuti Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, di Gedung PKK Tanjungpinang, Senggarang, Senin (16/10).

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kependidikan Kota Tanjungpinang mengenai pelaksanaan dan cara memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan.

Sekertaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M.Si mengharapkan dengan gelaran sosialisasi ini dapat lebih memberikan keyakinan kepada guru tidak tetap mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, program ini dapat memberi rasa tenang kepada guru-guru dalam bekerja. Jamainan asuransi program ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

” Mari buka wawasan bapak/ibu agar lebih memahami dan memanfaatkan program ini, dengan berkorban sedikit setiap bulannya akan memberi manfaat dimasa yang akan datang “, ucap Sekda.

Selain itu, lanjut Sekda, Program BPJS ini memberi santunan dalam hubungan pekerjaan. Jaminanya sama seperti PNS, yang dapat diwariskan kembali kepada istri maupun anak, jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian, asuransi ini akan dikembalikan oleh pihak BPJS,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Kota Tanjungpinang, Jefri Iswanto, menjelaskan saat ini, BPJS punya 4 program asuransi, yaitu program jaminan kesehatan kerja, program jaminan kematian, program jaminan hari tua, dan program jaminan pensiun. Melalui jaminan sosial ini seluruh guru tidak tetap dapat terlindungi oleh BPJS, bila ikut serta dalam semua program BPJS ini.

Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh guru honorer untuk melindungi diri dari berbagai resiko saat menjalankan pekerjaannya.” ucapnya

Pada kesempatan ini pula Jefri berharap semua GTT bisa memiliki jaminan pensiun, sehingga kedepan bisa dimanfaatkan pada masa usia tidak produktif. Program BPJS akan melindungi PTT yang telah terdaftar selama 24 jam dan juga melindungi Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk resiko kematian dan kecelakaan kerja. Guru PTT hanya mengeluarkan 0,24 persen dari gajinya, bila gaji guru PTT 1 juta rupiah, jadi dalam 1 bulan hanya membayar iuran sebesar Rp 5.400, misalnya terjadi kecelakaan kerja yang berujung dengan meninggal dunia, maka akan terima santunan sebesar 48 kali gaji, ” ucapnya mengakhiri sambutannya.

Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ini, dihadiri Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan Kota Tanjungpinang. (Hum/red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*