Pembangunan Lingga Dalam Kemajuan Yang beradat Demi Percepatan Pelayanan Masyarakat

Advetorial (Netkepri.Com) – Sebagai daerah dengan julukan Bunda Tanah Melayu Kabupaten Lingga Memiliki ciri – ciri dalam setiap pembangunan yang berkelanjutan bahkan dalam program kepemimpinan Muhammad Nizar-Neko Wesha Pawelloy (Nizar-Neko) mengusung visi `Terwujudnya Kabupaten Lingga Sebagai Bunda Tanah Melayu yang Maju, Sejahtera, Agamis dan Berbudaya merupakan sebuah bentuk ke terwujudan Kabupaten Lingga menuju Simbol corong budaya melayu.

Saat ini pemerintah Kabupaten Lingga sedang fokus-fokusnya dalam mengentaskan stunting, angka kemiskinan dan fokus pada pembangunan pariwisata, meningkatkan UMKM masyarakat yang berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.

Pemerintah daerah Kabupaten Lingga justru saat ini sangat serius dalam upaya membangun pariwisata di Kabupaten Lingga, bahkan terus mendorong adanya terobosan-terobosan terkait pariwisata seperti kegiatan yang terlaksana di Batu Berdaun, serta pemerintahan dan masyarakat dalam usaha mengeliatkan pariwisata di Kabupaten Lingga, Karena memang visi kedepan, Kabupaten Lingga harus menjadi daerah pariwisata yang populer, salah satunya menegakkan wisata sejarah, budaya dan religi sebagai tapak sejarah melayu.

Sebagaimana catatan sejarah membuktikan, akar kebudayaan melayu bermula disini. Dan bahkan telah diakui oleh 6 negera serumpun sebagai Bunda Tanah Melayu tahun 1990-an, Sejak 1787, Kesultanan Lingga – Riau bertamadun di Daik, sebagai pusat pemerintahan selama 113 tahun. Baru pada tahun 1900 berpindah ke Pulau Penyengat dan akhirnya dihapus oleh Belanda pada 1913

Hal ini lah yang seperti nya di teruskan oleh pemimpin saat ini, sehingga Kabupaten Lingga mampu menjadi corong budaya melayu, dalam beberapa waktu yang lalu Muhammad Nizar sempat menyatakan keinginan nya membangun daerah dengan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dengan target 18.000 wisatawan mancanegara hadir, keinginan itu di barengi dengan terus di lakukan nya pembenahan struktur, peningkatan pelayanan di tiap Organisasi, sehingga berdampak luas kepada masyarakat.

Walaupun Kabupaten Lingga Sendiri merupakan Kabupaten dengan UMK terendah se Kepulauan Riau, dan memiliki tingkat stunting tertinggi dengan angka 25% namun berkat kinerja saat ini angka penurunan stunting tersebut coba di turunkan walaupun dengan cara bertahap.

Pembangunan Kabupaten Lingga Dalam Kemajuan Yang beradat Demi Percepatan Pelayanan Masyarakat ini harus menjadi bukti kuat bahwa pemerintah saat ini tidak boleh main-main dalam mengurusi setiap persoalan masyarakat, dalam kunjungan kami beberapa waktu yang lalu di desa-desa terpencil dan terisolir, masih banyak nya Listrik yang belum bisa mengalir selama 24 Jam setiap hari, hal ini telah menjadi fokus utama Bupati saat ini, dalam beberapa berita yang telah di terbit kan, Nizar telah mampu menjalankan program Tersebut dan berhasil memasang listrik sehingga desa yang terisolir tersebut dapat di aliri listrik selama 24 Jam sehingga pelayanan masyarakat mulai baik dan masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti pada umumnya.

Dalam perjalanan nya kali ini kabupaten Lingga yang telah berusia 18 Tahun masih memiliki beberapa persoalan masyarakat, tapi dalam perjalanannya satu persatu persoalan itu harus lah segera di tuntaskan dari kepemimpinan Bupati pertama H Daria, H Alias Welo Serta yang saat ini H Muhammad Nizar, bahkan dalam masa kampanyenya, Nizar sapaan akrab beliau berpesan hendak membangun peradaban melayu, artinya jika hal ini tersampaikan maka bukan tidak mungkin, pemangku pemangku adat negara tetangga seperti negara Berunai Darusalam, Malaysia maupun Singapore mau bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Lingga sehingga hal ini bisa berdampak pada kesinambungan hidup masyarakat, dan menambah daya tarik wisata mancanegara.

Beberapa negara yang memiliki kultural budaya yang mirip dengan Kabupaten Lingga Ini sudah sewajarnya di manfaatkan pemerintah Daerah demi menggaet wisatawan Mancanegara, dengan simbol sebagai bunda tanah Melayu bukan tidak mungkin Kabupaten Lingga Jauh menampakkan kaki lebih besar, bahkan menjadi daerah yang lebih maju lagi di Kepulauan Riau sehingga bisa menciptakan lapangan kerja yang luas demi kemakmuran masyarakat.

Dengan keuntungan, kultur budaya yang tinggi sudah sewajarnya dan sepatutnya Kabupaten Lingga menjadi Daerah dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi bukan hanya di Kepulauan Riau tapi di Indonesia, namun pada kenyataannya keuntungan itu belum dapat di kelola dengan baik, sehingga pembangunan dan pelayanan masyarakat masih belum berjalan pada koridor yang semestinya.

Dalam penutup kali ini penulis berharap agar pemerintah mampu membangkitkan sistem ekonomi yang lebih baik dengan budaya yang lebih kuat lagi sehingga banyak lapangan pekerjaan yang tercipta, manfaat kan kelebihan dan potensi daerah demi kepentingan rakyat sesuai bunyi dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bukan hanya kepentingan segelintir oknum – oknum mafia, birokrasi maupun korporasi, tapi lebih menyeluruh kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga sehingga daerah ini yang dulu nya sebagai simbol pemersatu bangsa kembali di segani di mata masyarakat Lokal maupun Mancanegara.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gubernur Ansar Resmikan STAI Miftahul Ulum Resmi Jadi Institut

ADVETORIAl, NetKepri – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad meresmikan Institut Agama Islam Miftahul Ulum ...