Pemekaran Kabupaten Kepulauan Jemaja Dalam Proses, Berikut Penjelasan Edy Jaafar

Ketua dan Sekretaris BPPKKJ

Tanjungpinang, NetKepri.com – Pemekaran Kabupaten Kepulauan Jemaja pada Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini masih dalam proses perjuangan hingga dukungan semua pihak.

Dalam hal ini, Ketua Badan Perjuangan Pemekaran Kabupaten Kepulauan Jemaja (BPPKKJ), Edy Jaafar mengatakan dalam prosesnya mesti saat ini membentuk Kecamatan baru karena saat ini masih tiga Kecamatan yang menurut aturan mesti lima Kecamatan dan diharapkan tahun 2022 ini bisa selesai satu Kecamatan.

“Saat ini masih punya tiga Kecamatan karena menurut aturan harus lima kecamatan dan satu kecamatan sudah kita ajukan, Ini sedang kita susun, proposal sudah siap dan diantar hearing dengan Dewan dan Pak Bupati, mudah-mudahan untuk Pemekaran Kecamatan bisa selesai satu Kecamatan,” ujarnya Kepada Media ini, Kamis (24/02).

Dikatakannya, selain itu masih ada proses lagi setelah itu yaitu membentuk satu lagi Desa karena akan dimekarkan tiga Desa.

“Desa yang dua sudah nunggu yang siap dimekarkan satu Kecamatan lagi, kalau yang lain ini Pemekaran dari Kecamatan yang lain,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk Desa yang akan dimekarkan ini sudah sangat layak karena Pulau tersendiri terpisah yang dari sisi akses hingga saat ini belum menikmati aliran listrik penerangan.

“Ini perlu dibantu yang seperti ini, jangan sampai pemekaran saat ini itu tak menyentuh sampai ke level itu,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Kabupaten Kepulauan Anambas ini adalah Pulau-pulau terpencil digabungkan karena Jemaja dan Tarempa butuh waktu hingga satu jam empat puluh menit.

“Ini rentan kendali untuk urusan Administrasi Pemerintah karena Kapal tidak setiap hari, tidak tau juga kenapa mereka tidak membuat kantor pelayanan UPTD atau perwakilan di Jemaja khususnya urusan birokrasi itu tidak perlu bolak balik ke Tarempa,” ucapnya.

Pemekaran ini, tegas Edy, bukan kepentingan politik pribadi tetapi kepentingan politik masyarakat daerah asalnya yaitu Jemaja karena untuk menjadikan daerah otonomi itu harus bersama-sama.

“Kami berusaha membantu kampung kami supaya juga menyamaratakan dengan daerah yang lain, harapan kami begitu,” lanjutnya.

Keinginannya untuk menjadikan Jemaja sebagai Kabupaten bukanlah tanpa alasan melainkan juga banyak potensi seperti Migas, Perikanan, Pertanian.

“Kalau bisa kedepan bisa dikelola secara apik oleh kepala daerah, Jemaja itu bisa mandiri seperti Kota Batam, Kabupaten Bintan dan juga sejarah telah mencatat Jemaja itu telah menjadi lumbung Padi di Tahun 90-an untuk wilayah Kepri,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekertaris BPPKKJ, Indra Syahputra mengungkapkan saat ini kelengkapan administrasi sudah dilakukan dan tahun 2022 ini sudah menyusun rancangan proposal untuk diajukan ke Pemerintah Daerah.

“Karena mekanisme itu harus dari bawah, kita harus minta rekomendasi dari Bupati, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, Gubernur selanjutnya ke Pusat Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI dan proses itu masih panjang,”jelasnya.(Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gesa Buana dan Posyandu Holistik Terintergrasi Layanan Primer Diluncurkan di Kabupaten Bintan

Advetorial, Bintan, NetKepri – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau meluncurkan dua program kesehatan di Kabupaten Bintan ...