2 Kali Gagal Lelang Pengadaan PCR, Ini Penjelasan Kadinkes Lingga

Lingga, Netkepri.com – Pengadaan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga senilai 850 juta hingga saat ini sudah 2 Kali gagal pelelangan dan Untuk ke 3 kalinya akan dilakukan penunjukan langsung oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab. Lingga.

Terjadinya 2 kali gagal dalam tahap pelelangan,
Mulkan selaku kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga dalam wawancaranya mengatakan alat PCR tersebut akan dilakukan Penunjukan Langsung (PL).

“Telah dilakukan penunjukan langsung (PL) oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) dimana saat pelelangan pengadaan gagal sebanyak 2 Kali,” ucap Mulkan, Sabtu (05/06/2021).

“Bahkan dalam wawancaranya, kepala dinas sendiri tidak mengetahui secara persis terkait Teknis pengadaan alat PCR tersebut dan ia mengarahkan untuk awak media mengkonfirmasi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) langsung.

“Kalau mau teknis langsung saja ke ULP atau ke KPA,” jelasnya.

Saat di hubungi awak media untuk mengetahui siapa perusahaan dan kapan alat tersebut bisa di gunakan KPA Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga juga tidak mengetahui secara pasti pengadaan alat PCR tersebut bahkan dalam wawancaranya iya juga melimpahkan ke bagian panitia lelang.

“Kalau perusahaan sendiri kan itu saya belum tahu apakah ditunjuk langsung panitia atau belum saya belum dapat beritanya.Karena prosesnya disana, 31 Mei saya keluarkan surat untuk dilakukan penunjukan langsung itu, dilakukan proses selanjutnya untuk dilakukan penunjukan langsung, jadi kami menunggu hasil dari mereka, mereka akan menjalankan,” ungkap Yusdiandri selaku KPA Dinkes Lingga

Sebelumnya pengadaan alat tes pcr ini sendiri pernah di kritik oleh aktivis, bahkan dalam penyampaiannya iya meminta agar pengadaan ini segera di realisasikan mengingat hanya di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Karimun yang belum memiliki alat PCR tersebut, bahkan hingga saat ini Kabupaten Lingga masih mengirim sampel ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam hanya untuk mengetahui.

““Jangan sampai kegiatan ini belum dikerjakan karena ada tujuan tertentu dan ada permainan di dalamnya, karena kita ketahui bersama, untuk PPTK dan KPA dalam kegiatan tersebut sudah jelas orangnya, sudah ditetapkan, jadi harus menunggu apalagi, tolong, kita harus bekerja sama, bekerja cepat, sama-sama kita kita selamatkan Kabupaten Lingga ini dari virus Covid-19 ini,” ungkap Mardian yang di kutip dari infolingga.net.

Bahkan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) TS Arif Fadillah juga menyoroti masih ada dua kabupaten di daerah itu yang belum memiliki alat tes polymerase chain reaction (​​​​PCR) untuk mempercepat pemeriksaan Covid-19 bagi masyarakat.
Arif Fadillah menyampaikan dari tujuh kabupaten/kota se Provinsi Kepri, lima di antaranya sudah punya alat tes PCR sendiri, kecuali Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga.

“Tapi untuk Lingga, alatnya sudah dipesan dan akan ada dalam waktu dua Minggu ini. Tinggal Kabupaten Karimun saja yang kita minta untuk segera menyediakannya,” kata Arif di kutip dari beberapa media.

PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2, di bandingkan alat pendektesi virus covid lainnya tingkat akurasi dari Tes PCR ini lebih akurat dan rumit sehingga alat ini yang di rekomendasikan oleh WHO selaku badan organisasi kesehatan Dunia. (Bud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PPDB dan Rencana Tatap Muka Ini Kata Plt.Kadisdik Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, NetKepri – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021 bagi calon pelajar SD hingga ...