Kerabat Terjangkit Covid-19 Kecewa, Minta Tracking Malah Ditolak kabid Dinkes Tanjungpinang

Sumber Photo : covid19.kemenkes.go.id

Tanjungpinang, Netkepri –  Novyana (37) mengaku kecewa dengan penanganan Covid-19 di Kota Tanjungpinang. Ia yang keluarganya terjangkit Covid-19, mendapat perlakuan tidak enak dari seorang pejabat eselon III di Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang. Padahal ia hanya melakukan jemput bola, minta dilakukan tracing pada kerabat lain yang tidak enak badan.

“Kerabat dekat saya dinyatakan terjangkit Covid-19 setelah melakukan PCR (polymerase chain reaction) di RSUD Raja Ahmad Thabib pada Senin (10/5). Hingga Selasa pukul 11.00, kami belum ada dihubungi oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan tracing, jadi saya menghubungi beberapa orang untuk mendapatkan nomor kontak Dinkes Tanjungpinang,” sebut Novyana, Rabu (12/5).

Kerabatnya yang terjangkit Covid-19 itu selanjutnya melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun ada dua orang lain di rumah yang sama, yang merasa tidak enak badan sejak beberapa hari. Karena itu Novyana melakukan jemput bola untuk dilakukan tracing.

“Saya menghubungi beberapa teman untuk mendapatkan kontak Dinkes Tanjungpinang. Termasuk meminta bantuan dari Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rina Febriani, SE. Dari sebuah grup whatsapp, saya mendapat kontak nomor staf Dinkes Tanjungpinang,” terang Novyana.

Novyana kemudian menghubungi nomor staf Dinkes Tanjungpinang tersebut. “Dari staf itu, saya mendapat informasi bahwa data kerabat saya belum diterima oleh Dinkes Tanjungpinang. Tapi kemudian seorang staf lain menghubungi dan menanyakan berbagai hal terkait kerabat saya, keluarga serumah dan orang yang melakukan kontak erat,” jelas Novyana.

Setelah menyerahkan foto KTP melalui whatsapp, akhirnya staf tersebut mengarahkan keluarga serumah dan yang kontak erat, untuk melakukan swap di Mess Pemda pada keesokan harinya, Rabu (12/5).

Tak lama berselang, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rina Febriani, SE menghubungi Novyana dan mengatakan bahwa ia telah meneruskan kondisi itu ke Kabid Yankes pada Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang. “Nanti dihubungi oleh Ibu Susi, Kabid Yankes,” sebut Rina.

Novyana kemudian dihubungi oleh Kabid Yankes. “Ibu itu menghubungi dan mengatakan bahwa data kerabat saya belum diterima oleh Dinkes Tanjungpinang. Ia menanyakan, darimana saya mendapat laporan bahwa kerabat saya terjangkit Covid-19. Saya jelaskan kronologisnya,” ungkap Novyana.

Kabid Yankes minta Novyana untuk mengecek ke RSUP terkait kebenaran data tersebut. “Saya heran, mengapa harus saya yang cek. Kan sudah jelas, kami diberi tahu oleh dokter IGD RSUP, bahwa kerabat saya positif. Sayang bilang ke Kabid Yankes itu, harusnya ibu yang cek. Lagipula kami semua sedang melakukan isolasi mandiri,” ujar Novyana.

Kabid Yankes bersikeras bahwa data tersebut belum mereka terima. Karena itu, keluarga satu rumah dan kontak erat dengan kerabat Novyana yang terjangkit Covid-19 tidak bisa dilakukan. “Saya heran, tadi sudah deal dengan staf yang menelpon, bahwa kami semua bisa swap. Tapi sekarang malah dibilang nggak boleh. Kalau datanya memang belum ada, seharusnya bisa dikomfirmasikan ke RSUP,” ungkap Novyana.

“Yang saya herankan, Kabid Yankes itu ngomong dengan suara tinggi. Kemudian telpon sempat disambungkan ke staf Dinkes yang awal saya hubungi. Saya heran, kami masyarakat menjemput bola untuk di-tracing malah dimarah-marah, disuruh mengecek lagi kebenaran informasi Covid itu ke RSUP. Padahal kami bisa saja cuek. Tapi kami tak mau berkeliaran kemana-mana, karena bisa saja kami carier. Apalagi di rumah, ada dua orang yang tidak enak badan. Dan ada dua orang lain yang kontak erat juga mengalami hal yang serupa. Badan mereka meriang,” sebut Novyana.

Kondisi tersebut ia sampaikan ke Rina Febriani yang kemudian menghubungi Kabid Yankes. “Saya sampaikan ke Kabid Yankes, kita juga harus mendengarkan laporan dari masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, kita harus ramah dan sopan. Penanganan Covid-19 ini ada protokolnya, ada SOP-nya, tapi kita juga harus membuka diri dengan kondisi di lapangan. Bagaimana penanganan Covid ini mau selesai, kalau kita seperti ini. Saya sampaikan juga, jadi pelayan masyarakat itu harus ramah,” sebut Rina.

Novyana mengaku ia mengeluhkan kondisi tersebut kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Dokter Nugraheni. Dokter tersebut kemudian menyampaikan bahwa data tersebut ada dan keluarga serumah serta kontak erat diminta melakukan swap.

“Dokter Nugraheni menjelaskan panjang lebar tentang penanganan isolasi mandiri dan minta kami melakukan isolasi mandiri, lalu melakukan swap. Kalau seperti itu kan enak, kita dijelaskan baik-baik. Kalau ada kendala, dijelaskan dengan ramah. Kita semua mau Covid ini selesai, jadi jangan ada pihak yang arogan,” ujar Novyana. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT PGRI ke 76, PGRI Kecamatan Lingga Gelar Bimtek PTK

Lingga, Netkepri – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Lingga mengelar Bimtek pemantapan ...