Prokes Diperketat Bukan Berarti Jam Operasional Usaha Dibatasi

 

Tanjungpinang, NetKepri – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM generasi muda peduli tanah air (Gempita) Provinsi Kepulauan Riau tidak setuju adanya pembatasan jam operasional kedai kopi selama Ramadhan 1442 Hijriah dibatasi pukul hingga 22.00 wib.

“Kalau menurut saya memang aturan itu boleh kita tegakkan tapi kita mematuhi Prokes, bukan artinya kita tutup jamnya dibatasi,” ucap Ketua DPW LSM Gempita, Yusdianto saat dihubungi NetKepri.com, Sabtu (24/04)

Dijelaskannya alasan mengapa kurang setuju dengan pembatasan jam operasional tersebut, sebab dikarenakan saat ini menjelang lebaran Idul Fitri kebutuhan meningkat.

“Karyawan di kedai kopi itukan mau beli baju, untuk THR bagaimana pasti berkurang pendapatan mereka,” jelasnya.

Menurutnya cukup dengan aturan Protokol Kesehatan yang ketat sehingga tidak mengurangi jam operasional.

“Seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainnya,” terangnya.

Agak kurang etis sepertinya ketika dibatasi jam operasionalnya secara kebutuhan orang untuk lebaran meningkat.

“Memang betul kita Covid-19 meningkat tapi bisa diatur Prokes yang ketat,” tuturnya. (Rud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kejati Kepri Gelar Vaksinasi Lansia

Tanjungpinang, NetKepri – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bersama Pemprov Kepri menggelar pekan Vaksinasi untuk para ...