LAM Batam Diminta Bersikap Terkait Penggusuran Makam Tok Bujang Sulung

Batam, NetKepri.com – Salah satu pemuda Melayu yang tinggal di pulau Galang Batam meminta Lembaga Adat Melayu Kota Batam maupun provinsi Kepri ikut bersikap terkait penggusuran Makam Keramat Tok Bujang Sulung yang beberapa hari lalu lagi heboh di Kota Batam

Mulyadi yang juga aktivis dan masyarakat Melayu asli Galang Batam melihat bahwa Lembaga Adat Melayu sebagai yang tertinggi di Kota Batam, Seharusnya segera mencari titik terang terkait permasalahan ini, karena beliau melihat kasus ini sangat menyayat hati, sebuah kuburan yang di anggap keramat di ratakan saja dengan Tanah tanpa ada proses yang benar secara adat maupun agama.

“Oleh karena Orang-orang tue kami yang di LAM kota Batam maupun LAM Provinsi Segera mengambil Sikap dan mendudukkan hal ini, jika memang kuburan itu secara hukum harus di pindahkan maka segera lakukan pemindahan secara adat dan agama, Jangan dibiarkan tanpa ada titik terang nya”ujar Mulyadi saat di wawancara pada hari Minggu (14/02)

Dan apabila bisa di pertahankan tolong segera rekom kan ke Dinas Kebudayaan Kota Batam untuk menjadikan Kuburan Tok Bujang Sulung ini sebagai cakar budaya sehingga kedepannya tidak terjadi pengusuran lagi.

“Jika permasalahan ini dibiarkan tanpa adanya musyawarah dan titik terang ini akan menjadi dendam yang tak sudah karena kejadian ini kita melihat beberapa Tokoh Melayu yang begaduh, Hanya LAM Kota Batam sebagai Orang tua kami yang kami tuakan dan kami hormati petuah nya yang bisa menyelesaikan hal ini”jelasnya Mulyadi kembali

Oleh karena itu saya meminta LAM Kota Batam harus tegas dan segara bersikap. Jangan hanya diam tanpa bahasa, Karena akibat pengusuran makam ini, tokoh Melayu begaduh, Jika memang pihak PT Bersalah maka berikan somasi kepada Pemko Batam untuk menjabut Izin PL nya. Dan memberikan sanksi Adat karena telah Meratakan Makam Tok Bujang Sulung tanpa dengan proses yang Benar.

Di akhir kalimatnya iya juga meminta agar persoalan ini segera di dudukkan baik dari perusahaan maupun pihak-pihak terkait agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi dan dendam tak sudah bisa di selesaikan

“Saya Meminta LAM Kota Batam Secepat-cepatnya memangil Pihak PT, Dinas Kebudayaan dan Tokoh-Tokoh Melayu yang begaduh kemaren untuk bermusyawarah untuk menyelesaikan ini. Segera lah bersikap menyelesaikan Masalah ini. Jika LAM Kota Batam tidak bersikap saya takutkan permasalah ini bisa menjadi dendam yang tak ada kesudahan antara Tokoh-tokoh Melayu tersebut. Dan juga bisa-bisa Eksistensi LAM tidak akui sebagai Lembaga Adat Melayu yang di segani dan di hormati”tutup Mulyadi (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Anggota DPR-RI Komisi II Fraksi Demokrat Ini Tetap Tolak Pilkada Serentak 2024

Tanjungpinang, NetKepri.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Rezka Oktoberia menyebutkan ...