Mega Proyek G12 Jalan Lingkar Kota Tanjungpinang, OPD Terkait Audiensi Dengan Masyarakat Teluk Keriting

Tanjungpinang,NetKepri.com – Dua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi Kepri yaitu Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kepri melakukan pertemuan dengan masyarakat Teluk Keriting terkait
Mega Proyek Penataan Kawasan Gurindam 12 Jalan Lingkar Kota Tanjungpinang di Aula Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kamis (19/03/2020)

Pertemuan tersebut berawal dari dilakukannya penimbunan Jalan lingkar Gurindam 12 yang seharusnya komitmen awal bersama masyarakat jalan tersebut di pasang tiang pancang bukan ditimbun.

Salah satu masyarakat Teluk Keriting Kelurahan Tanjungpinang Barat Abi mengatakan seiring berjalannya pembangunan penataan kawasan pesisir di pantai Gurindam 12 ini pada awalnya kita menyetujui lewat pemaparan diawal itu pihak Pemerintah Provinsi Kepri Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri tidak akan melakukan penimbunan khususnya dalam daerah pemukiman yang berada di RW 15.

“Dan seiring berjalannya waktu sampai dengan saat ini itu akan dilakukan penimbunan disitu terjadi kontra antara masyarakat dengan pihak yang akan membangun,”katanya saat diwawancarai usai Walk Out dari audiensi tersebut

Ia menambahkan dalam kesepakatan sebelumnya akan dilakukan proses pemancangan tiang pancang tetapi berjalannya waktu ditimbun

“Masyarakat rata-rata menolak dengan pengerjaan penimbunan itu,”ujarnya

Selain itu, hadir dalam pertemuan ini Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Dicky Novalino yang juga Walk Out dalam dialog tersebut menyampaikan masyarakat baru melapor dengannya terkait masalah penimbunan di Teluk Keriting dan dalam perencanaan itu tidak sesuai dengan yang direncanakan awal dengan bukan di timbun melainkan memasang tiang pancang tetapi berjalannya waktu ini ditimbun.

“Jadi masyarakat keberatan kalau itu ditimbun, karena itu baru dilaporkan, DPRD Kota Tanjungpinang belum mengambil langkah baru mendengar, jadi kami akan mengambil langkah, mungkin DPRD akan mengambil langkah yang tegas jika ini tidak bisa diselesaikan dengan baik, mungkin kita akan Surati provinsi kalau tidak ke Pusat ,”jelasnya

Ia dan masyarakat yang ikut walk out dalam audiensi itu memberikan penjelasan atau alasan mengganggap tidak ada sikap keseriusan Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini Dinas terkait dalam Mega proyek jalan lingkar G 12 tersebut.

“Saya mengambil sikap Walk out karena tidak ada sikap keseriusan provinsi untuk menyikapi permasalahan masyarakat teluk Keriting karena orang yang datang bukan orang yang bisa mengambil keputusan kami seharusnya kepala dinas hadir disini,”jelasnya lagi

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPP Provinsi Kepri yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penataan Pengawasan G12 Rodi Yantari mengatakan sudah disampaikan alasan-alasan teknis kenapa bisa berubah desain.

“Intinya kami dari pemerintah provinsi Kepri dalam OPD terkait ingin mengerjakan itu lebih ke arah minimalisir permasalahan,”ucapnya usai Audiensi

Ia menjelaskan awalnya perencanaan sepanjang 1,2 kg untuk pembangunan jembatan tapi setelah melakukan penyelidikan tanah dan setelah menandatangani kontrak ada dilakukan penyelidikan tanah secara komprehensif setiap 50 meter dilakukan penelidikan tanah.

“Bahwa ditemukan khususnya di daerah Teluk Keriting sampai Lantamal Batu Hitam, tanahnya landai dan berbatuan, secara teknis kita juga sudah mengkaji secara komprehensif tidak tepat kalau saya paksakan pemancangan di situ dan jembatan juga tidak akan sempurna,”bebernya

Rodi menjelaskan juga alasannya karena tiang pancang Beton tersebut kalau di pancang ketemu batu tiangnya yang kalah jadi tidak mungkin dan Kontruksi yang tepat adalah timbunan causeway yang tetap menjaga lingkungan disekitarnya.

“Untuk pembangunan causeway jalan menuju jalan lingkar ini yang lebih tepat dan efisien atau yang lebih ramah lingkungan, “ungkapnya

Ia juga mengatakan pembangunan ini harus tetap dikerjakan karena untuk kepentingan umum dengan memperhatikan keluhan masyarakat seperti apa.

“Saya katakan bahwa pekerjaan ini sebenarnya tetap harus kita kerjakan tetapi kita tetap dari OPD terkait tetap harus memperhatikan keluhan masyarakat,”terangnya

Ia berharap tentunya masyarakat bisa mendukung yang Intinya untuk pembangunan kedepan jangka panjang menguntungkan masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya Teluk Keriting.

“Mungkin nanti sebagian kita siapkan pekerjanya yang melibatkan masyarakat Teluk Keriting, setelah selesai jalannya nanti ada pusat kuliner dan kegiatan lainnya kita libatkan masyarakat Teluk Keriting,”paparnya

(RUDI PRASTIO)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bazar Kadin Di MTQ Kepri, Alfan Suheiri: Kita Dorong Ekonomi Masyarakat

Tanjungpinang, NetKepri.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri Alfan Suheiri mengatakan dengan ...