PT. Telaga Bintan Jaya dapat kuota ekspor bauksit 2,2 juta ton ke China

Tanjungpinang, Net Kepri.Com- Aktifitas pertambangan sepertinya kembali beroperasi di beberapa wilayah di kepulauan riau, hal ini dapat dibuktikan dari di terbitkannya surat persetujuan eksport bauksit dari Kementerian Perdagangan sebesar 2,2 juta ton yang diajukan PT Telaga Bintan Jaya (TBJ).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kepulauan Riau, Hendri Kurniadi, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa, membenarkan hal itu, katanya, perusahaan milik Suryono, pengusaha perumahan di Tanjungpinang itu telah mendapat kuota ekspor bauksit ke China. Ijin tersebut diterbitkan pada Juli 2019, dan berlaku selama setahun. 

“Perusahaan itu boleh melakukan ekspor bauksit sepanjang ijin eksport nya masih berlaku.. Logikanya, mereka sudah memenuhi seluruh persyaratan sehingga berhak mendapat kuota ekspor bauksit,” katanya.

 

Katanya, hal serupa pernah diajukan sejumlah perusahaan untuk memperoleh ijin angkut dan jual bauksit di Kabupaten Lingga kepada Dinas ESDM Kepri, namun tidak serta merta kami berikan, kendari bauksitny akan mereka jual kepada PT TBJ.

Pertambangan bauksit hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang memperoleh kuota ekspor.”

Ada yang secara informal ajukan ijin, tetapi tidak kami berikan,” ujarnya.

Sampai sekarang, PT TBJ belum melakukan ekspor. Artinya, ada persyaratan lain yang belum terpenuhi perusahaan. 

Namun Hendri enggan membeberkannya beberapa perusahaan yang mengajukan permohonan, lantaran bukan kapasitasnya untuk menengarai hal tersebut.

 “Jika mereka akan memulai kegiatan ekspor, kami minta agar mereka melapor ke kami,” katanya.

Berdasarkan data, surat penetapan kuota ekspor bauksit bernomor 03.PE-08.19.0031 itu ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih.

Pertambangan bauksit dilakukan di Dabo, Kabupaten Lingga. Sampai saat ini, perusahaan itu belum membangun “smelter” di lokasi pertambangan.

UU Nomor 4/2009 tentang Pertambangan, perusahaan wajib membangun “smelter”. UU itu diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Logam. ( Mat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS) Mengecam Kegiatan Pertambangan di Pulau Selayar Kabupaten Lingga

Lingga (NetKepri) – Ketua Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS), R.N.Cahyono, mengecam keras pertambangan yang ada ...