Pengelolaan BUMD Tanjungpinang Dinilai Kurang Maksimal

Tanjungpinang, Net Kepri.Com-  Pemerintah telah memberikan kesempatan yang luas bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

 

Pemerintah daerah dapat mengatur sendiri beberapa aspek kehidupan di daerahnya baik aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, maupun budaya. Dalam aspek ekonomi, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk membentuk suatu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

 

Pada hakikatnya BUMD mempunyai peran yang strategis dalam era otonomi daerah saat ini.

 

Konsep pengelolaan BUMD non persero (Perusahaan Daerah/Perusahaan Umum Daerah) dimungkinkan dengan model pengelolaan BUMD dengan sistem ”swakelola mandiri”. Konsep pengelolaan ini menggunakan sistem pengawasan ataupun pembinaan secara bertanggungjawab dan intensif.

 

Pengelolaan BUMD dilakukan dengan pengawasan dan pembinaan secara langsung oleh pemangku kebijakan yang dilakukan oleh kepala daerah selaku pemegang otoritas tertinggi di pemerintah daerah.

 

Kewenangan pemerintah daerah selaku pemegang otoritas dapat melakukan ”intervensi kebijakan” dalam konteks yang positif terkait kinerja dari BUMD melalui dewan pengawas. UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa dalam pengelolaan BUMD salah satunya harus mengandung unsur tata kelola perusahaan yang baik.

 

Putra, Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Hitam Putih mengatakan, kondisi pengelolaan BUMD masih belum optimal atau belum terlihat pengelolaan  BUMD PT.Tanjungpinang Makmur Bersama kearah yang lebih baik, Selasa (21/01).

 

Perjalanan perusahaan plat merah ini seolah terjebak dalam pola kerja birokrasi daripada sebagai perusahaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, pelayanan yang diberikan belum maksimal serta adanya praktek mismanagement yang mengarah pada inefisiensi dan kecurangan dalam pengelolaan,”Ujarnya.

 

Seratus Hari masa kerja Direktur terpilih yang dipercaya dapat menukangi BUMD PT. Tanjungpinang Makmur Bersama lima tahun kedepan, seharusnya sudah bisa menunjukkan eksistensinya dengan ide kreatif dan terobosan baru yang dapat membawa peningkatan pelayanan dan pendapatan daerah.

 

Namun, sampai saat ini kita belum melihat eksiatensi BUMD dalam mengelola dan memanfaatkan pasar sebagai sumber  pendapatan secara maksimal,”Terang Putra.

 

Kita berharap dalam perjalanan nya  PT.TMB bisa di andalkan pemda sebagai salah satu perusahaan yang dapat menyumbangkan keuntungannya untuk menopang pendapatan keuangan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS) Mengecam Kegiatan Pertambangan di Pulau Selayar Kabupaten Lingga

Lingga (NetKepri) – Ketua Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS), R.N.Cahyono, mengecam keras pertambangan yang ada ...