Mahasiswa Desak Pemerintah Serius Tanggapi Masalah BBM Di Lingga

 

Tanjungpinang (NETKepri) – BBM merupakan komoditas penting yang digunakan hampir setiap orang, yang harganya dapat mempengaruhi kinerja ekonomi daerah, Jenis Minyak tanah dan Solar adalah salah satu bahan bakar minyak (BBM) yang sangat dibutuhkan masyarakat di daerah dan juga merupakan subsidi dari pemerintah Hal ini di ungkapkan Norbariansyah selaku Mahasiswa Kabupaten Lingga yang berkuliah di Tanjungpinang

Walaupun penyediaan anggaran subsidi oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini jumlahnya mengalami peningkatan yang cukup besar.

Subsidi BBM diberikan dengan maksud untuk mengendalikan harga jual BBM sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat, sehingga dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada saat ini, BBM bersubsidi hanya diberikan pada beberapa jenis BBM tertentu, yaitu minyak tanah (kerosene), minyak solar (gas oil), premium kecuali untuk industri, dan (Liquefied Petroleum Gas) LPG tabung 3 kilogram, Jenis BBM bersubsidi ini untuk keperluan rumah tangga, usaha kecil, usaha perikanan, transportasi dan pelayanan umum.

Akhir-akhir ini (BBM) minyak tanah dan Solar kembali menjadi isu hangat di tengah masyarakat Kabupaten Lingga karena kelangkaannya disejumlah daerah termasuk kabupaten Lingga sendiri.

Kelangkaan tersebut muncul karena sebagian besar masyarakat masih menggunakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan Juga, misalnya memasak ataupun menyalakan mesin-mesin dalam kegiatan industri.

“Kelangkaan BBM solar Subsidi jelas sangat menganggu kegiatan masyarakat di daerah karena dapat menghambat distribusi bahan makanan dan mengganggu ekonomi suatu daerah”ungkap Ryan selaku aktivis mahasiswa Kepri

Iya juga menjelaskan bahwa kelangkaan kali ini bukan yang pertama kalinya, dan ini merupakan Perseden buruk bagi pemerintah Kabupaten Lingga

“Kelangkaan bukan kali pertama terjadi, tapi setiap menjelang dipenghujung Tahun BBM bersubsidi solar seperti raib di pasaran dan Harga-Harga minyak menjadi tidak Normal dan ini akan menjadi perseden buruk bagi pemerintah Kabupaten Lingga”Lanjutnya

Setidaknya bukan solusi sementara yang dibutuhkan untuk memecah permasalahan kelangkaan solar, seperti penambahan kuota solar untuk setiap daerah.

Hal terpenting pemerintah harus memperketat pemberian solar bersubsidi agar tidak terjadi kebocoran dan penimbunan yang menjadi penyebab utama kelangkaan pasokan.

“Perlunya pengawasan, baik dari aparat keamanan dan masyarakat untuk turut andil dalam mengurangi penyalahgunan perputaran solar yang biasanya dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab”Tutup Ryan (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS) Mengecam Kegiatan Pertambangan di Pulau Selayar Kabupaten Lingga

Lingga (NetKepri) – Ketua Forum Marwah Pulau Selayar (FMPS), R.N.Cahyono, mengecam keras pertambangan yang ada ...