Nama Baik HMI di Usia Ke 72, HMI Tanjungpinang-Bintan Umumkan Reshufle Pengurus priode 2018/2019

Tanjungpinang (NETKepri) – Himpunan Mahasiswa Islam atau disingkat HMI secara historis telah beridiri sejak kurang lebih 3 tahun paska kemerdekaan Indonesia yakni pada tahun 1947. Di usianya yang mencapi 72 tahun tentu sudah banyak perubahan yang terjadi baik yang terjadi akibat faktor eksternal maupun perubahan yang lahir dari faktor internal.

Sebagai organisasi perkaderan yang terus berjuang dan independen sudah cukup banyak kontribusi yang diberikan oleh kader HMI terhadap perjalanan bangsa & negara republik Indonesia. Begitu juga sudah banyak alumni dari HMI yang menjadi pejabat penting di negri ini di eksekutif seperti Jusuf Kalla, Annis Baswedan, Ismet Abdullah (Kepri), legislatif zulkifli Hasan dari kepri Surya Makmur Nasution Raja Baktiar, yudikatif Mahfud MD, Hamdan Zuelva, BPK RI Hari Azhar Aziz dari KPK Abraham Samad dan lain-lain.

Layaknya seperti manusia, HMI sudah beruban semakin tua semakin lemah, mulai pikun dan masuk banyak penyakit. HMI diusia kelam 72 tahun, tubuh HMI pun sudah mengalami tantangan dan banyak persoalan. Mulai persoalan di level komisariat, cabang (daerah) sampai pada pengurus besar (pusat). Oleh karna itu harus ada langka yang serius yang harus diambil untuk menyelamatkan HMI dari penyakit-penyakit yang saat ini menghampirinya. Upaya penyembuhan tersebut harus dibangun secara rapi, terstruktur dan menuntut kesadaran bersama.

Sementara Muh. Arifin ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan menginginkan agar seluruh kader di Indonesia khsusnya fungsionaris pengurus dari komisariat sampai pengurus besar agar mengambil langkah serius demi keberlangsungan HMI dan nama baik HMI di hadapan umat dan bangsa.

Untuk itu Sejak dilantik pada bulan september 2018 pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjungpinang-Bintan sudah menjalankan beberapa program kerja dengan arah kebijakan Ketua Umum Penguatan Pembinaan Keislaman, Bangkitkan Gerakan Eksternal “HMI Back To Mesjid dan HMI dekat dengan Umat”.

Kebijakan inipun tidak terasa kurang lebih 6 bulan telah berlalu atau telah sampai dengan pertengahan priode pengurusan. Memasuki pertengahan priode pengurusan melalui Sekertaris Umum M. Shandy Qhunafi menyampaikan HMI Tanjungpinang-Bintan pun telah melaksanakan agenda Pleno I pada 19 Februari 2019 dan mengambil langkah-langkah penting diantaranya melakukan reshufle kepengurusan.

Adapun susunan kepengurusan yang dimaksud pasca reshufle hal ini mengacu pada surat keputusan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam No.228/KPTS/A/11/1440 yang dikeluarkan oleh Pj. Ketua Umum Arya Karisma Hardy dan sekertaris jendral Taufan Ikhsan Taurita.

Keputusan itu membuat susunan pengurus yakni Ketua Umum Muh. Arifin; Ketua Bidang Pembinaan Anggota Iwan Rafika, Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi Muhardi (pindah bidang); Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan, Kepemudaan Febru Yadi; Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi Azzuandi (baru dari komisariat eksakta); Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Said Dailani; Ketua Bidang Pemberdayaan Umat Asrar Yusuf Nisyam Syah (pindah bidang), Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Yuly Melinda (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HMKKB Surati Bupati Untuk Minta Tindak Tegas Dan Tutup Aktivitas Di Pulau Air Kuliah

Tanjungpinang (NETKepri) – HMKKB Surati Bupati Lingga minta tindak tegas aktifitas Ilegal di pulau Air ...