Jalan Penghubung Pelabuhan Roro Daek Berlumpur Dan Rusak Parah

Lingga (NETKepri) – Jalan yang berada di Desa Penarek Kabupaten Lingga sekaligus penghubung antara pelabuhan Roro Daek dengan Dabo Singkep Mengalami rusak parah, apa lagi ketika datang waktu hujan tiba masyarakat di sana harus siap jalan kaki Karena ketika adanya penumpang pasti motor atau mobil tersebut akan terbenam

Hal ini sendiri juga di alami oleh salah satu wartawan NET Kepri di lapangan yang mencoba jalan Lintas Penghubung Roro tersebut dengan Ibu Kota Kabupaten Lingga serta kami juga telah telah mendengar akan Adanya informasi terkait hal ini cukup lama sekali

Saat kapal Roro yang berlabuh dari Dabo Singkep Menuju Pelabuhan Roro Daek lingga sekitar pukul 06.30 pada hari Selasa tanggal 09 Juli 2019 waktu itu hari mengalami hujan lebat, setibanya Roro bersandar di Pelabuhan sekitar pukul 07.45 kami pun bergegas ingin ke ibu kota daek lingga

Namun saat sampai di pelabuhan kami sudah di suguhi dengan genangan air yang kotor serta berlumpur akibat dari luapan tanah yang berasal dari perbaikan jalan dan penghubung Di Desa Penarek tersebut

Waktu pada saat itu dalam keadaan hujan gerimis namun itu tidak menyurutkan langkah kami ingin melangkah ke ibu kota kabupaten lingga

Saat melintasi depan gerbang Pelabuhan Banyak masyarakat yang turun serta jalan kaki ke atas saya pun bertanya-tanya ke masyarakat ada apa dan Mengapa.

Salah satu masyarakat yang di konfirmasi di lapangan mengatakan bahwa jalan ini sudah lama begini katanya jalan tersebut hendak di perbaiki Pemerintah namun sampai sekarang belum pun kunjung tiba

“Jalannya udah lama begini bang, katanya mau di perbaiki namun sampai saat ini jalan nya masih berlumpur dan sulit di lewati kendaraan”Ungkap warga yang enggan menyebutkan nama

Jalan ini coba saya lewati dan menembusnya dengan sepeda motor saya, namun sesampainya di atas alangkah sialnya motor kami terbenam begitu dahsyat bahkan ada beberapa mobil yang bersusah payah melewati jalan lintas tersebut

Bahkan saya dan tim harus rela jalan kak hampir 100 meter demi mencari jalan alternatif untuk bisa melewatinya

Ada juga masyarakat yang saat di konfirmasi mengatakan bahwa jalan tersebut belum mendapatkan anggaran untuk di perbaiki

“Katanya belum ada anggaran bang untuk di perbaiki namun saya dengar-dengar ini akan di tambah dengan batu krikil untuk membuat jalan agar bisa di lalui dengan semestinya”Ungkap warga yang juga merasakan hal yang sama

Kembali pada berita di atas saya melihat banyak kendaraan yang bersusah payah menerabas jalan tersebut bahkan setiap kendaraan harus memaksakan penumpang di belakangnya turun untuk jalan kaki, serta tidak menggunakan sendal apalagi sepatu karena jalan yang di lewati begitu berlumpur dan becek.

Bahkan warga disana juga mengabarkan bahwa kalau di saat hari panas jalan tersebut masihpun sulit di lewati dan berlumpur (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sidang 1 PHPU Pileg Kepri Akhirnya sampai ke MK

Tanjungpinang (NETKepri) – permasalahan mengenai pemilihan umum tingkat provinsi kepulauan belumpun kunjung usai hal ini ...