Pungli Berkeliaran Di Wisata Batu Ampar, Pemerintah Dinilai Hanya Diam

Lingga (NETKepri) – Tempat wisata pemandian Batu Ampar merupakan salah satu tempat wisata pemandian yang selalu ramai di kunjungi wisatawan maupun warga lokal saat Hari raya idul Fitri

Lokasi pemandian ini berada di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, namun seiring berjalannya waktu wisata tersebut nampak nya mulai Mengalami banyak kekecewaan dari masyarakat

Terutama dari sistem retribusi parkir yang di nilai tidak sesuai prosedur yang ada, bentuk kekecewaan tersebut di sampaikan langsung oleh pengguna tempat tersebut yaitu putra salah satu warga Dabo Singkep

Putra menyampaikan bahwa banyak terjadi pungli di sana, sehingga masyarakat di kenakan tarif yang tidak wajar bagi sebuah wisata yang hanya mengandalkan Air terjun saja dan tempat tersebut di nilai tidak adanya perawatan

“Kami di kenakan Tarif Rp 11.000 ini bagi saya tidak wajar, selain itu ketika saya membayar uang, tiket karcis pun tidak di berikan sehingga ini merupakan pungli sesuai peraturan yang berlaku” ungkap Putra selaku masyarakat Dabo Singkep

Putra menambahkan di hari pertama iya pergi tiket dikenakan tarif hanya Rp 10.000 sehingga ini menimbulkan spekulasi Mengapa tidak ada aturan yang benar terkait tempat wisata yang di kelola oleh pemerintah Kabupaten Lingga

“Saya pergi yang pertama Rp 10.000 namun di hari kedua tarif berbeda dan ini dinilai peran pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah tidak pun terealisasi padahal hal ini bisa meningkatkan pajak ke kas daerah namun sayangnya hal ini hanya di nikmati oleh sekelompok preman yang seolah-olah tiap tahunnya selalu menikmati ini untuk kantong pribadi” Tambahnya

Tidak terkelolanya sistem perparkiran yang baik saat masuk tempat wisata dan di tambah uang masuk yang mahal dan tanpa tiket ini di nilai putra sangat terkesan di biarkan padahal ini merupakan aset pemerintah daerah

“Bagi saya kadis pariwisata di nilai tidak bekerja dengan baik selain itu pungli-pungli semacam ini harus lah di tertibkan agar masyarakat dan wisatawan yang berkunjung tidak resah apa lagi ini aset daerah sehingga bisa di optimalkan untuk pendapat kas daerah, harusnya tarif yang di berikan wajar-wajar saja lah” pungkas nya tutup (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Lima Hari Tidak Di Temukan Akhirnya Pencarian Korban Atas Nama Saodah Di Hentikan

Bintan (NETKepri) – setalah 5 Hari pencarian korban hilang di jalan Wakatobi Kawal darat Kabupaten ...