Si Cantik Kima ( Tridacna sp.) Namun Langka

Tanjungpinang (NETKepri) – Tridacna sp. Atau sering disebut dengan Kima, masih banyak masyarakat lokal yang masih mengambil dan memanfaatkan kima untuk memenuhi kebutuhan harian. Kima yang hidup di daerah karang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, tetapi stok nya pada perairan tidak lagi banyak, karena selalu di ambil oleh masyarakat setempat maupun turis, namun kesadaran masyarakat akan berkurangnya stok kima di perairan menyebabkan kima memasuki golongan hewan langka.

Kima mulai dilindungi oleh pemerintah dalam Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa. Keberadaan kima sudah sulit ditemukan khususnya di Pulau Bintan sendiri, masyarakat mengakui bahwa keberadaan kima sudah jarang di temukan namun masih dapat di temukan di perairan Desa Pengudang Kabupaten Bintan dan sekitarnya.

CITES selaku Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar mulai menggolongkan hewan ini kedalam daftar binatang yang di lindungi sejak tahun 1983. Pernahkah terbayangkan sudah berapa lama hewan ini tidak kembali pulih dari kondisi langka di samping pemanfaatannya yang terjadi secara terus menerus? Apakah mau anak cucu kita tidak dapat melihat dan menikmatinya secara langsung ?
Terdapat berbagai macam cara untuk menjaga kelestariannya, dapat dilakukannya sosialisasi ke masyarakat, dan menjadikan daerah tersebut menjadi daerah Konservasi, Restocking atau menambah stok kima di perairan atau membuat daerah budidaya kima.

Tetapi kurangnya pengetahuan bagi masyarakat lokal untuk melakukan hal tersebut, itulah sebabnya di butuhkan Institusi Pendidikan Tinggi yang dapat membantu mengelola perairan Khususnya di Pulau Bintan guna menjalankan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan agar generasi yang akan datang dapat melihat dan menikmatinya secara langsung.

Sekaranglah saatnya untuk mulai melindungi dan menjaga habitatnya sebagaimana sesama makhluk hidup yang membedakan hanya akal sehat yang diberikan kepada manusia tetapi hanya dapat merusak dan menghancurkan bumi.

Berubah dari diri sendiri, bertindak dari diri sendiri, kemudian saatnya untuk merubah orang lain. (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dua Pesawat Menembak Markas Mako Lantamal IV Tanjungpinang

Tanjungpinang (NETKepri) –  Dua pesawat tempur tak dikenal menghujani peluru ke Markas Komando Pangkalan Utama ...