Lintas organisasi mahasiswa, pemuda, dan LSM Tanjungpinang lakukan pertemuan guna membahas situasi pasca pemilu.

Tanjungpinang (NETKepri) – Pasca pelaksanaan pemilu memunculkan berbagai spekulasi yang menjadi polemik ditengah tengah masyarakat kepri terkhusus di Kota Tanjungpinang.

Terkait dengan hal tersebut, lintas organisasi yang terdiri atas, GAGAK HITAM Kabupatrn Bintan, GAPURA Bintan, KNTI Bintan, KAMMI PW Kepri, LAPAK Kepri, HIMA NEGARA UMRAH, DPP GAN Kepri, LKLH Kepri, GMKI Tanjungpinang, PEMUDA PERSIS, FDM STAI MU, GMPL Bintan, BBS, LIDMI, GARUDA KPP RI Kepri, PW HIMA PERSIS Kepri, dan PMII komisariat Raja Ali Haji melakukan pertemuan guna membahas persoalan pasca pemilu yang menjadi polemik ditengah tengah masyakat Kepri terkhusus di kota Tanjungpinang.

“dari pertemuan tersebut kita lakukan diskusi untuk pembahasan persoalan atau kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pasca pemilu.” Kata Helianto, bertindak sebagai representasi dari pertemuan tersebut, Pada hari Jumat (17/05)

Di pertemuan tersebut, organisasi yang hadir memberikan gambaran yang sudah bermunculan paska pemilu dan pandangan terkait dgn hal tersebut, serta memberikan langkah untuk mengantisipasinya.

“akhir dari pertemuan tersebut kami memberikan himbauan dan ajakan kepada seluruh masyakat kepri Pertama, kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kembali mempererat tali silahturami yang sempat terputus akibat perbedaan pendapat dan piluhan dalam pelaksanaan pesta demokrasi.” Lanjut pemuda berkaca mata tersebut.

Ia melanjutkan, mengajak seluruh stackholder agar kembali berperan aktif dalam hal menjaga keutuhan NKRI Selanjutnya, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat serta aparat penegak hukum agar tidak memprovokasi dengan bertindak dan mengeluarkan statment yang mengganggu ketertiban, kenyamanan, serta mengganggu proses berjalanya hukum.

Heli menambahkan, kami juga menghimbau kepada seluruh masyakat agar tidak terprovokasi dan menerima isu secara mentah Tanpa memfilter hingga mengakibatkan terjadinya kesalah pemahaman yg dapat menimbulkan konflik.

“selain itu, kami juga mengajak agar seluruh masyarakat bila mana terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam pelaksanaan pesta demokrasi agar dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib tanpa harus melakukan gerakan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan.” Imbuhnya.

Ia juga mengatakan, dan juga menghimbau masyarakat agar tidak ikut- ikutan melakukan gerakan yang tidak dipahami terlebih dahulu tujuan dari pada gerakan tersebut sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Satu Orang Anak berusia 6 Tahun Terseret Arus Drainase

Batam (NETKepri) – Satu orang anak Meninggal dunia akibat Terseret arus drainase saat hujan tiba, ...