Tirtomulyo Kampung Yang Terpinggirkan Di Antara Gemerlapnya Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang (NetKepri) – sudah beberapa tahun sejak di laksanakannya pemilihan umum (Pemilu) di Kota Tanjungpinang baik pemilihan walikota, DPRD Kota, Provinsi maupun gubernur warga di sana sampai saat ini terus di kecewakan dengan janji-janji elit politik

Pasalnya sejak era presiden Soeharto sampai saat ini aliran listrik di kampung Tirtomulyo kelurahan pinang kencana kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang tidak pernah ada tindakan pasti baik itu dari pemerintah Kota maupun Provinsi.

Sejak di keluarnya surat rekomendasi dari pihak gubernur tertanggal 4 Januari 2019 dengan nomor surat 120/0011/um/set perihal rekomendasi PLN untuk kampung Tirtomulyo

Dengan tembusan walikota Tanjungpinang, Gubernur Kepri dan general manager PT PLN (Persero) UIW Riau dan kepulauan Riau di Pekanbaru namun surat tembusan ini belum satu pun pihak merespons dengan maksud agar aliran listirk di kampung Tirtomulyo teralirkan listrik permanen bukan dengan sistem curahan

“Kami kemarin jumpa sama wakil walikota ibu Rahmah, mereka menjanjikan akan melakukan respon atas permasalahan ini namun kami tunggu tidak kunjung tiba” ungkap Mislan selaku ketua RT 02 kampung Tirtomulyo

Selain itu permasalahan ini sudah di rekomendasikan oleh gubernur Kepri yang di tujukan ke pihak PLN untuk menjawab respons atas permasalahan ini namun surat tersebut tidak kunjung di gubris dengan alasan status kampung Tirtomulyo masuk kawasan hutan lindung

“Semua cara telah kita tempuh namun apa yang di inginkan masyarakat kendati tidak menemukan titik terang, akhirnya banyak terdengar di telinga saya kalau masyarakat di sini ingin Golput, saya tidak mengarahkan namun ini lah akibat dari kekecewaan masyarakat akibat dari pemerintah tidak memperhatikan kami, kami menganggap seperti di anak tiri kan oleh pemerintah” ungkap nya kembali

Masyarakat di sana resa karena selama ini mereka hidup di kota Tanjungpinang namun seperti hidup di pedesaan yang jauh dari gemerlapnya kota, jalan yang di lalui tidak seperti yang di harapkan, hingga kini mereka merasa terpinggirkan dari suasana kota yang penuh cahaya lampu

Diketahui kembali bahwasanya surat yang di kirim masyarakat Tirtomulyo ke pemerintah provinsi merupakan balasan sebagai wujud sikap kemanusiaan Gubernur Kepri ditengah adanya keluhan dan keresahan kampung Tirtomulyo atas minimnya aliran listrik yang disampaikan melalui surat beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu Kepala UPT PLN Rayon Bintan Center, David E. Sibarani mengatakan, alasan belum terpasangnya aliran litrik di Kampung Tirtomulyo disebabkan adanya multi tafsir salah satu dari tiga rekomendasi Gubernur yakni poin ketiga.

“bahasanya seperti abu-abu, kalau memang kasih izin ya dikasih. Kalau tidak ya jangan dikasih sekalian. Kami pun bingung, karena nantinya setiap pimpinan berganti kadang berganti pula peraturan, Jadi sebetulnya poin ketiga itu yang membuat kami bingung,” Kata David.

Adapun dalam poin ketiga disebutkan surat rekomendasi tersebut dinyatakan tidak berlaku apabila dikemudian hari bertentangan dengan peraturan-peraturan yang ada.

Ia menambahkan, pihaknya sudah lama ingin mengaliri listrik di Kampung Tirtomulyo. Namun ia beralasan tidak mau terulang untuk kedua kalinya, dimana pada akhir tahun 1997 lalu, PLN sudah memasang tiang listrik di kawasan Tirtomulyo, namun karena ada pihak-pihak komplain akhirnya PLN mencabutnya kembali.

Kendati demikian, ia akan menyampaiakan keluhan dan harapan warga kepada pimpinannya (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Di Demo Berulangkali Terkait BUMD, Mahasiswa nyatakan Walikota Jangan Buang Badan

Tanjungpinang (NETKepri) – Terkait Persoalan di dalam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang yang ...