Sempat tegang, Audiensi mempertanyakan Tambang bauksit di Bintan

Tanjungpinang (NETKepri) – Audiensi mempertanyakan Tambang bauksit di Bintan oleh 10 organisasi yang ada di Kepulauan Riau maupun Kabupaten Bintan berlangsung tegang dan meluapkan kekecewaan lewat audiensi ini, audiensi ini di laksanakan di lantai 3 Kantor Gubernur Dompak pada hari Senin (18/02)

10 organisasi tersebut, tergabung dalam Aliansi Peduli Pulau Bintan (APPB) yang merupakan organisasi di lingkup Provinsi Kepulauan Riau dan Bintan salah satunya ialah, Gaung anak Negeri, Komite Nelayan Tradisional Kabupaten Bintan, Panglima Gagak Hitam Bintan, GAPURA Bintan, DPD LAMI Kepri, Lingkaran Pergerakan Anak Kepulauan Riau, Hulubalang LAM, DPW LKLH Kepri, LSM KPK Nusantara, Panglima Gagak Hitam TPI.

Dalam pembahasan audiensi ini pihak dari Aliansi Peduli Pulau Bintan tersebut sempat melakukan demonstrasi dan di lanjutkan dengan audiensi mempertanyakan tentang masalah bauksit di Kabupaten Bintan yang di nilai banyak menyalahi aturan, baik itu mengenai izin, makam yang di gusur mengakibatkan Hancurnya lingkungan dan rusaknya beberapa makam umum bahkan dan makam situs bersejarah seperti makam Timbul 9 Panglime Bentan,

Aliansi Peduli Pulau Bintan tersebut menyatakan bahwa terkait hal ini jika tidak di dengarkan akan kita sampaikan permasalahan ini sampai ke pusat

“Kami menuntut agar hal ini di dengar, kami juga meminta untuk izin pertambangan di Bintan Di cabut dan kami meminta agar polemik ini di selesaikan jika tidak kami meminta bapak mundur dari kursi jabatan serta laporan ini akan kita sampaikan ke pusat” Ungkap Ketua APPB JuandiĀ  dalam audiensi

Selain itu Juandi menyayangkan mengapa izin ini tidak di pelajari dulu bahkan bapak kepala dinas selaku pemegang kunci kebijakan hanya mengiyakan dari pernyataan anak buah nya saja ini bagi kami sesuatu yang di sayangkan

“Bapak (Kadis) sebenarnya harus Meninjau hal ini jangan hanya kerja bapak tanda tangan saja, jangan mengiyakan apa yang di sampaikan anak buah bapak, jangan-jangan anak buah bapak tidak bekerja lagi, sampai-sampai izin tambang yang di berikan menggusur makam yang kami anggap melanggar Marwah kami” Tegas Juandi yang juga merupakan ketua Gan Kepri

Selain itu kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Amjon menyatakan bahwa kami bekerja berdasarkan prosedur yang berlaku

“Kami bekerja berdasarkan Standar Operasi Prosedur yang berlaku untuk di dinas energi dan sumber daya mineral, kami hanya bertanggung jawab tentang pemasaran serta pertambangan jika kawan-kawan mempermasalahkan Izin tambang itu ada pihak terkait” Ungkap Amjon dalam audiensi bersama aliansi Peduli Pulau Bintan

“Kita lihat bahwa yang di kerjakan itu barang yang memiliki nilai ekonomis, selain itu tempat ini belum termanfaatkan, jadi ketika ada pertambangan yang beroperasi ini baik saja bagi kami bukit yang tinggi ingin di ratakan tidak lain agar bisa kita bangun sekolah serta manfaat yang lainnya” Tambah nya dalam audiensi

“Perlu di ketahui juga bahwa sebelum tambang ini beroperasi saya bersama rekan-rekan kerja saya turun kelapangan melihat tempat yang ingin di garap” tambah Amjon meyakinkan peserta demontrasi

Sesudah hasil rapat audiensi bersama pihak ESDM ini, pihak dari APPB akan melaksanakan dan menyampaikan hasil rapat ini kepada masyarakat yang ada di Bintan maupun Provinsi Kepri

“Selepas audiensi ini Tuntutan akan kami bawak, serta kami akan menindaklanjuti hasil ini, ada 4 poin yang akan kami pertanyakan, ini lah yang akan kita sampaikan ke pada masyarakat, apa yg kita inginkan ini serta apa yang akan kita bahas” tambah Juandi dalam penyampaian nya (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HMKKB Surati Bupati Untuk Minta Tindak Tegas Dan Tutup Aktivitas Di Pulau Air Kuliah

Tanjungpinang (NETKepri) – HMKKB Surati Bupati Lingga minta tindak tegas aktifitas Ilegal di pulau Air ...