Menguak Tabir Nusantara dan Bersiap Menuju Keemasan Bangsa

Jakarta (NetKepri) – Menuju Keemasan Bangsa yang berkesinambungan dengan sejarah bangsa serta yang dikolaborasikan dengan Program Rekonstruksi Nusantara, dengan kondisi Nusantara yang begitu luas dengan ribuan kepulauan dan potensi alam yang sangat luar biasa, juga didukung dengan banyaknya Asset Collateral yang dapat disinergikan dengan pemerintah. Sebagai tolak ukur untuk Menghadirkan Peradaban Indonesia Masa Depan adalah suatu KEHARUSAN bagi penerus Bangsa. Karena itu harus direncanakan, dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan.

Inti dari Menuju Keemasan Bangsa adalah bagaimana menggali Potensi Kearifan Luhur Nusantara yang kemudian DIRAMU dalam PERSENYAWAAN dengan KEKUATAN IMAN sebagai Landasan dalam upaya Pemberdayaan Masyarakat (Empowering people). Mempersiapkan SDM masyarakat bawah agar sedikit lebih maju dalam menyikapi peradaban dunia sehingga dapat mempersiapkan diri menjadi Bangsa yang kuat dan Mercusuar Dunia. “Jangan Bermimpi Membangun Negara besar jika tidak mampu membangun sebuah Bangsa dan Jangan bermimpi membangun Bangsa jika tidak mampu membangun Desa.

Demikian terungkap dalam Diskusi Bertajuk “Membuka Misteri Nusantara Menuju Keemasan Bangsa”, Rekonstruksi Masa Depan yang Berlandaskan Kekuatan Iman Setiap Insan dan Sejarah Lahirnya Kejayaan Nusantara” bersama Pembina, sekaligus Pendiri Yayasan PANNA (Pergerakan Anti Napza Nusantara Amartha) BRM Dimas Bayu Amartha, Yang didampingi oleh Sekjend DPP PANNA Risda Trisnawidhya, Bendahara DPW PANNA JAWA BARAT R.Lela Nurlela, Bendahara DPW PANNA KEPRI Bomber Omar, SE dan Perwakilan team NAWACITA Presiden Republik Indonesia, Ruri Jumar Saef, ST, MT. Di Cafe Hotel Treva, Menteng Jakarta.

Ketua DPP PANNA BRM Dimas Bayu Amartha bersama Perwakilan Team NAWACITA Presiden RI, Ruri Jumar Saef, ST, MT

Perwakilan Team NAWACITA Presiden RI, Ruri Jumar Saef, ST, MT. Berbicara tentang tugas dan Amanah Para leluhur Pejuang Bangsa, Penyelamatan Asset Nusantara, Apa tujuan Yayasan PANNA dalam rangka sebagai pengiat Anti Napza ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif ) serta sudut pandang tentang calon pemimpin masa depan Nusantara.

Menurut Pembina PANNA, BRM Dimas Bayu Amartha, Menyikapi paparan perwakilan Team NAWACITA Presiden RI, Ruri Jumar Saef, ST, MT. Bahwa perlunya Review dari sejarah perjalanan para Pemimpin Bangsa, untuk pembelajaran dalam mempersiapkan system Management Pemerintahan yang lebih baik dimasa depan, Karena calon Pemimpin Nusantara ini sudah jelas digambarkan oleh para pendahulu kita dari jaman Kerajaan terdahulu di pulau Jawa dan para waliyullah.

BRM. Dimas Bayu Amartha juga menegaskan bahwa Yayasan PANNA hadir ditengah-tengah keorganisasian dinegeri ini adalah ingin melengkapi insfrastruktur yang sudah ada dan dapat menjadi wadah serta penengah yang santun dari carut marutnya tatanan demokrasi saat ini. Disamping sebagai pegiat dalam memutus mata rantai Peredaran gelap dan penyalahgunaan Napza, Yayasan PANNA juga siap menjadi tangan panjangnya dari Badan Narkotika Nasional ( BNN ) dalam menjalankan program P4GN, yang diimplementasikan dengan penyuluhan-penyuluhan disekolah dari tingkat SD,SMP,SMA dan perguruan tinggi.

Yayasan PANNA juga memiliki program unggulan yaitu To Empowerment The Nusantara Rural Economy (pemberdayaan ekonomi kerakyatan). Untuk menuju kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai cita-cita luhur dari para pejuang dan proklamator kita yang merujuk pada pembukaan Undang-undang Dasar 1945 Alenia 4 pasal 33 dan dasar Pancasila sila ke 5. Dengan cara Rekonstruksi Nusantara.

Rekonstruksi Nusantara untuk Menghadirkan Indonesia Sejahtera itu adalah upaya untuk memampukan dan memandirikan masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam segala aspek pembangunan. Sehingga secara bertahap dapat meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

“Namun demikian, Pemberdayaan masyarakat tidak hanya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, tetapi juga harkat dan martabat, rasa percaya diri dan harga dirinya, terpeliharanya TATANAN NILAI BUDAYA setempat. Pemberdayaan sebagai konsep sosial budaya yang implementatif dalam pembangunan yang berpusat pada masyarakat, tidak saja menumbuhkan dan mengembangkan nilai tambah ekonomi tetapi juga nilai tambah Sosial dan Budaya,” Tegas BRM Dimas Bayu Amartha.

Ketua PANNA Provinsi Kepri, Dr.Hj.Susilawati, S.Ag, M.ed.

Dalam kaitan itulah, Pendiri PANNA, BRM Dimas Bayu Amartha mengingatkan pentingnya SINERGI seluruh elemen bangsa, stakeholder Nusantara dalam upaya mewujudkan Rekonstruksi Nusantara ini. Mengingat berbagai upaya dan strategi untuk memberdayakan masyarakat dari kondisi miskin-tidak berdaya menuju mandiri-berdaya belum membuahkan hasil yang diharapkan tak kunjung memenuhi harapan.

“Efektivitas berbagai program pembangunan yang dirancang secara sektoral dan regional itu belum juga berdampak signifikan terhadap penanggulangan kemiskinan. Memang sudah ada hasil, namun masih terasa sangat jauh dari optimal. Untuk itu, mari kita bersama-sama memikirkan bangsa ini dan berupaya memberi SOLUSI atas berbagai PROBLEMA KEHIDUPAN yang dihadapi masyarakat, agar masa Keemasan Bangsa ini hadir kembali seperti era Kejayaan Majapahit dahulu” tegas BRM Dimas Bayu Amartha.

Perwakilan Team NAWACITA Presiden RI, Ruri Jumar Saef, ST, MT, Menanggapi serius dari penjelasan Singkat Pendiri PANNA dan memberikan Pernyataan Sikap bahwa siap menjadi bagian dari keluarga Yayasan PANNA. Yang ditindak lanjuti oleh Pendiri PANNA dan Sekjend PANNA dengan menyematkan Pin Kebesaran PANNA. Beliaupun menambahkan bahwa perihal ini akan disampaikan kepada Presiden RI dalam kurun waktu dekat ini.

Terpisah, Ketua PANNA Provinsi Kepri Dr.Hj.Susilawati, S.AG,M.ed juga sependapat dengan apa yang di sampaikan oleh Ketua DPP PANNA dan Perwakilan Team Nawacita Presiden RI.

“Tugas kita bersama selaku rakyat indonesia untuk memajukan bangsa dengan memberikan hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan demi pembangunan, saat ini kesejahteraan belum dapat di rasakan secara merata, namun kita harus optimis bangsa kita mampu mencapai titik kesuksesan di kedepannya. Khususnya Napza, itu merupakan hal yang tidak dapat di tolerir lagi,” ujar Susilawati.

Mari kita dukung Program Yayasan PANNA agar dapat di implementasikan dengan kerja nyata langsung kepada masyarakat “Menuju Keemasan Bangsa, Membawa Indonesia Cerdas Bersih dari Napza). Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo. (Red).

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Salahkah Mahasiswa Berunjuk Rasa

Tanjungpinang (NETKepri) – Unjuk rasa adalah salah satu tindakan pergerakan yang dilakukan oleh sejumlah orang ...