Terindikasi Pidana, Pemda Dan Aparat Hukum Di Minta Selidiki Pembalakan Hutan Mangrove Sei Carang

Lokasi Pembalakan Liar Mangrove, Sei Carang, Tanjungpinang

Tanjungpinang (NetKepri) – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Nasional (Fornas) Perintis Rintara Jaya Kepri mengecam keras aktifitas Pembalakan Liar Hutan Mangrove yang lokasinya berdekatan dengan Kawasan Cagar Budaya Kota Rebah, Sei Carang , Kota Tanjungpinang.

“Kita kecam dugaan aktifitas pembalakan liar yang dapat merusak lingkungan tersebut, apalagi berdekatan dengan cagar budaya yang semestinya kita lindungi keberadaannya”. Ujar Mulyadi selaku ketua fornas rintara jaya kepri.

Mulyadi, Ketua Fornas Rintara jaya Kepri.

Menurut Mulyadi, Hutan Bakau (Mangerove) merupakan salah satu penghasil oksigen dan tentunya bertentangan dengan aturan yang ada, karenanya tindakan perambahan hutan bakau tersebut merupakan tindak pidana.

“Pelaku dapat di ancam pidana pasal 82 sampai 109 UU RI No 18 th 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan yang ancaman hukumanya bisa sampai seumur hidup dan ini tentu tergantung kasusnya”. jelas mul begitu sapaan akrabnya. Minggu (1/4).

Ditambahkannya, Selain UU RI No 18 tahun 2013 ditegaskannya, pelaku juga bisa di jerat dengan UU RI No 32 th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam perbincangannya, mulyadi meminta pemerintah daerah kota tanjungpinang melalui dinas lingkungan hidup beserta aparat hukum yang ada di Tanjungpinang mesti tegas mensikapi persoalan dugaan eksploitasi hutan tersebut.

“Kita minta diusut secara tuntas, mohon untuk pihak yang berwenang agar segera disikapi, bila terindikasi pidana agar ditindak tegas, jangan setelah masyarakat ribut dan turun kejalan baru mereka pada ambil tindakan, padahal dari jauh hari sudah diperingatkan”. tutup Mul. (Red/Bud).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menginjaknya Usia Kabupaten Karimun yang ke-20 Tahun

Tanjungpinang (NETKepri) – menginjak Usia yang ke 20 tahun kita rasa waktu yang cukup matang ...