Peran RT/RW Dalam Menjaga Stabilitas Sosial Masyarakat Sebelum Dan Sesudah Pilkada

Ryan Anggria Pratama, S.Sos.,M.IP Pemerhati Sosial Kemasyarakatan

Tanjungpinang (NetKepri) – Kota Tanjungpinang pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang akan menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah secara langsung untuk yang ke tiga kalinya sejak ditetapkan sebagai kota otonom yang merupakan Ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau.

Diketahui bahwa pada pemilihan kepala daerah kali ini, hanya ada 2 pasangan calon yang memenuhi syarat untuk maju ke pentas kompetisi akbar tesebut yaitu Pasangan Syahrul-Rahma dan Pasangan Lis-Maya.

Kedua pasang kandidat tersebut sudah tidak asing lagi didengar namanya seantero Tanjungpinang dan telah memiliki pendukung-pendukung setia dan relawan  yang siap tempur untuk memenangkan kandidat yang mereka dukung.

Dalam upaya mendukung salah satu pasang calon, tidak jarang kita temukan pendukung dan relawan yang fanatic membela dan gencar mensosialisasikan visi misi calon, bahkan rekam jejak dari kedua pasang calon ikut di adu debatkan.

Nah, dinamika pra dan pasca Pilkada ini yang dikhawatirkan berdampak negative yang dilator belakangi beda pandangan dari masing-masing pendukungan dan relawan.

Perbedaan pandangan tersebut cenderung berujung pada permusuhan dan disharmonisasi yang berkepanjangan, bahkan perselisihan tersebut tidak jarang berbuntut ke ranah hukum.

Salah satu lembaga yang berperan penting menjaga stabilitas sosial di wilayah yang paling dasar adalah Lembaga Kemasyarakatan, dan Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) merupakan bagian dari itu. RT dan RW merupakan instrument dari terciptanya kerukunan masyarakat di wilayah kerjanya.

Kedudukan RT/RW di Kota Tanjungpinang telah diperkuat melalui lahirnya Peraturan Daerahn Kota Tanjungpinang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Lembaga Kemasyarakatan. Tanggung jawab RT/RW dalam menjaga stabilitas sosial tercermin pada pasal 9 dan 10 yang menyebutkan RT/RW mempunyai fungsi “pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga”.

Dalil di atas menunjukkan bahwa RT/RW memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan hidup antar warga dengan harapan RT/RW sebagai seorang yang netral dan tidak menunjukkan atensinya pada calon tertentu sehingga mampu meredam dan merangkul masyarakat untuk menghindari perdebatan-perdebatan yang berujung perselisihan dan perpecahan di wilayah kerjanya.

Tentunya kita tidak ingin apa yang terjadi pada pemilihan kepala daerah di DKI yang melibatkan RT/RW sebagai basis salah satu pasang calon yang berujung keresahan ditengah-tengah masyarakat itu, terjadi di kota gurindam ini. Kekhawatiran terhadap keterlibatan RT/RW dalam kampanye politik kandidat bukan tanpa alasan.

RT/RW memiliki pengaruh ketokohan di wilayah kerjanya, disamping itu RT/RW juga cenderung memiliki hubungan yang erat dengan kepemimpinan kepala daerah bahkan dapat melebihi kedekatannya dengan kelurahan.

Padahal pendirian Lembaga Kemasyarakatan di wilayah kerja kelurahan adalah untuk membantu tugas lurah sehinga hubungan keduanya berbentuk kemitraan. Maka pada kontestasi Pilkada ini diharapkan kepada RT/RW untuk menahan diri demi menjaga kerukunan dan ketertiban di lingkungannya.

Peranan RT/RW dalam pemilihan kepala daerah juga potensial, dari pendataan hingga penetapan daftar pemilih, pelaksanaan pemilihan serta menangkal upaya-upaya kampanye hitam seperti politik uang, penyebaran HOAX, isu-isu sensitive (SARA) dan sebagainya.

Oleh karena itu kenetralan dari pada RT/RW disetiap ajang pesta demokrasi harus lebih dikedepankan demi menjaga stabilitas sosial di kehidupan masyarakat.

Sebelum dan sesudah pilkada adalah masa-masa tegang dan panas antar calon kandidat bahkan antar pendukung dan relawan. Sehingga yang kita harapkan adalah kompetisi yang sehat dan kredibel.

Bukan hanya itu, harapanya juga setelah pilkada selesai, para calon dan para pendukungnya yang kalah untuk legowo menerima kekalahan dan bagi calon dan pendukung yang menang untuk tidak terlalu mengebu-gebu eforia kemenangannya. Karena kita ingin dampak yang positif dari penyelenggaraan pemilihan ini yaitu melahirkan pemimpin yang amanah bukan dampak negative yang membuat kita terpecah-pecah. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menginjaknya Usia Kabupaten Karimun yang ke-20 Tahun

Tanjungpinang (NETKepri) – menginjak Usia yang ke 20 tahun kita rasa waktu yang cukup matang ...