Demo Kenaikan BBM, HMI Sebut Presiden Bohongi Masyarakat

Tanjungpinang (NetKepri) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa islam Cabang Tanjungpinang – Bintan melaksanakan gerakan turun kejalan, menyuarakan berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa dan negara saat ini.

Salah satu persoalan yang lahir dari kebijakan pemerintah pusat dan dianggap akan berdampak pada semakin tingginya kesenjangan sosial ekonomi adalah mengenai “Kenaikan Bahan Bakar Minyak”.

“Kami menuntut agar jangan ada lagi kenaikan BBM di tahun 2018 ini, karena sebelumnya saja sudah naik sebanyak 3 kali, ini menunjukkan kebijakan yang tidak pro rakyat, masyarakat kecil”. Ucap Edi selaku ketua HMI Komisariat Fisip Umrah.

Dalam orasinya edi menyampaikan, hampir disetiap turunnya harga bahan bakar minyak dunia tapi tidak juga menurunkan harga BBM yang telah dinaikkan sebelumnya, sementara alasan menaikkan harga BBM dikarenakan harga minyak dunia sedang naik, tentu saja hal tersebut merupakan hal yang tidak adil bagi rakyat.

“kenaikan harga BBM ditengah ekonomi indonesia yang sedang sulit, ditambah hutang yang tinggi dan nilai mata uang yang semakin terpuruk berdampak pada sulitnya ekonomi secara makro”. kata edi.

Menurut Edi, naiknya harga BBM non subsidi dikhawatirkan menambah tingkat inflasi ekonomi negara, naiknya harga kebutuhan bahan pokok karena ongkos produksi dan distribusi semakin meningkat, selanjutnya masyarakat akan mengurangi daya beli terhadap kebutuhannya.

Beranjak dari hal tersebut, HMI Cabang Tanjungpinang – Bintan mengeluarkan pernyataan sikapnya dan menuntut dengan tegas, yaitu :

1. Pemerintah Konsisten dengan Visi kesejahteraan Rakyat dan Keadilan pada setiap kebijakannya.
2. Pemerintah menjaga stok ketersediaan BBM dan Stabilitas harga dengan menyesuaikan harga minyak dunia.

Aksi yang dilakukan dibundaran pamedan kota tanjungpinang ini dimulai pada pukul 16.00 wib dengan titik mulai gerakan dari asrama haji, jalan pemuda. Mahasiswa dalam aksinya, melakukan nyanyian – nyanyian lagu pergerakan mahasiswa diselingi dengan teriakan – teriakan orasinya.

“Presiden telah berbohong kepada rakyat atas kebijakan – kebijakan tidak merakyat”. teriak salah satu pendemo dalam orasinya. (Red/Bud).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menginjaknya Usia Kabupaten Karimun yang ke-20 Tahun

Tanjungpinang (NETKepri) – menginjak Usia yang ke 20 tahun kita rasa waktu yang cukup matang ...