Perilaku Siswa Di Dua Zaman

Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Kota Tanjungpinang, Ainir Nasution, Diruang Kerjanya. (17/2).

Tanjungpinang (Netkepri) – Ketika kita coba untuk mengingat kembali, bagaimana perilaku siswa dalam dunia pendidikan di era tahun 80 an, diawali pendidikan anak yang dibina dilingkungan keluarga, selanjutnya lingkungan sekitar, adat istiadat dan sopan santun dengan cara mendidiknya cukup keras, yang tentu saja di warnai dengan ekonomi yang masih serba kekurangan pada masa itu.

Berangkat dari pola pembentukan karakter dan perilaku anak pada masa tersebut, anak – anak bangsa era tahun 80 an terbina dengan baik dari keluarga kecilnya ke jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Pendidikan karakter terdahulu dipenuhi oleh pendalaman jiwa Pancasila dan UUD 1945 serta norma – norma dimasyarakat dari mengenal bangku sekolah hingga berhasil menjadi pejabat negara.

Perjalanan panjang tentang pendidikan anak ini di ceritakan oleh salah satu pengajar yang telah mengabdikan dirinya berpuluh tahun pada dunia pendidikan di negeri kita. Ainir Nasution, Kepala sekolah SMP Negeri 12 Tanjungpinang, dengan jumlah 620 siswa serta 23 tenaga pengajar, di ruangannya berterus terang kepada netkepri, bahwa mengalami kesulitan melihat tingkah laku anak sekarang. (17/2).

Ainir merupakan alumni SMA Negeri 1 Tanjungpinang, kuatnya keinginan untuk meraih kesuksesan setiap rintangan dilaluinya. Dan ainir telah diberikan kepercayaan dan amanah sejak beberapa tahun lalu oleh pemerintah kota tanjungpinang sebagai kepala sekolah.

Dalam perbincangannya, Ainir mengisahkan menjadi guru sejak tahun 1984 di Daek, Desa Duare, Pancur Lingga, dengan gaji Rp 58 ribu.

“kalau di bilang tidak cukup ya pastilah, namun untuk menambah keuangan saya ikut melaut juga”. kenang Ainir.

Namun Ada hal yang selalu ia kenang saat mulai mengajar di Daek Lingga, meski sulitnya ekonomi disana namun profesi guru sangat dihormati dan dihargai.

“Anak didik saya sangat menghargai guru hingga para orang tua didik”. Kesannya.

Sejak tahun 2000 an hingga sekarang, saya melihat perilaku anak didik mengalami transformasi yang sudah mengkhawatirkan, sopan santun secara perlahan mulai ditinggalkan. Terkadang sikap siswa pun kerap memperlakukan guru kelasnya seperti teman sekelas, walaupun tidak setiap anak seperti itu.

Setelah sedikit berkisah mengenai perjalanannya sebagai seorang guru dan kekhawatirannya melihat perilaku anak, Ainir juga menginformasikan bahwa untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Kertas (UNBK), mulai januari hingga april siswa kelas 3 (Tiga) yang berjumlah 214 anak akan melakukan terobosan khusus mata pelajaran UNBK dan Lainnya.

Selain UNBK, Ainir juga menyampaikan bahwa setiap anak disekolahnya juga telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), satu juta rupiah per anaknya selama 1 (Satu) Tahun.

“Dana BOS digunakan untuk keperluan anak dan operasional sekolah yang telah di tetapkan oleh kemendikbud secara tersusun dan terstruktur, jadi tidak boleh di gunakan selain yang telah di tetapkan dalam draf yang di terima”. Tutup Ainir. (Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bulog Tanjungpinang Hadirkan Stok Daging Beku

NetKepri,Tanjungpinang – Saat ini untuk pertama kalinya Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tanjungpinang mendatangkan stok ...