Kodim Karya Bhakti Bersihkan Wihara Sambut Imlek

Unsur TNI, Polri, pemerintah, masyarakat, hingga anak sekolah gotong royong membersihkan wihara Cui Kao Pekong di Tiban Mentarau, Kecamatan Sekupang, Sabtu (3/2). Gotong royong di wihara yang dikenal dengan nama Samudera Dharma Mantaro ini digelar dalam agenda Karya Bhakti Kodim 0316/Batam.

Batam (NetKepri) – Unsur TNI, Polri, pemerintah, masyarakat, hingga anak sekolah gotong royong membersihkan wihara Cui Kao Pekong di Tiban Mentarau, Kecamatan Sekupang, Sabtu (3/2). Gotong royong di wihara yang dikenal dengan nama Samudera Dharma Mantaro ini digelar dalam agenda Karya Bhakti Kodim 0316/Batam.

Pasiter Kodim 0316/Batam, Kapten Zebua mengatakan karya bhakti di wihara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek 2568.

“Karya Bhakti hari ini kita laksanakan di wihara. Kegiatan pembersihan sehubungan dengan dekatnya hari raya Imlek,” kata Zebua.

Selain membersihkan wihara, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga silaturahmi. Karena itulah Kodim mengajak berbagai elemen baik aparat keamanan maupun masyarakat sipil untuk bersama-sama gotong royong. Total ada sekitar 200 orang lebih yang terlibat dalam kegiatan pembersihan wihara ini.

Tak hanya membersihkan bagian dalam rumah ibadah umat budha tersebut, tapi juga pelatarannya. Mulai dari menyapu, mengepel, mengecat, merapikan tanaman, hingga memasang lampion.

Ketua Yayasan Wihara Cui Kao Pekong, Hartoyo mengatakan untuk menyambut Imlek tahun ini pihaknya akan memasang 1.000 lampion. Dan rencananya akan diterbangkan lampion harapan.

“Nanti juga ada Sembahyang Tuhan di hari kelima. Kita bersihkan dan hiasi tempat ibadah kita ini juga untuk menyambut kunjungan turis luar negeri,” ujar pria yang akrab disapi Aheng ini.

Menurutnya tiap tahun hampir dua ribuan wisatawan mancanegara yang datang ke wihara Cui Kao Pekong di masa Imlek. Sedangkan total jemaah yang datang bisa mencapai 5.000 orang.

Penyelenggara Bimas Budha Kementerian Agama Batam, Kodho Eko Prayogo menyambut baik kegiatan yang digelar masyarakat bersama aparat keamanan di wihara tersebut. Hal ini menunjukkan kebersamaan yang terjalin di Batam tanpa melihat latar belakang agama.

“Di sini bisa kita lihat. Walaupun lintas agama, bisa bekerjasama. Salah satu bentuk kerukunan yang tidak hanya ucapan. Bersama-sama bersihkan rumah ibadah tanpa menonjolkan agama apa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Yayasan juga memberikan bantuan kepada pramuka berupa tongkat, tali, dan tenda. Bantuan ini diharapkan bermanfaat untuk kegiatan anak-anak pramuka tersebut. (Hum/red)

Sumber : http://mediacenter.batam.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bulog Tanjungpinang Hadirkan Stok Daging Beku

NetKepri,Tanjungpinang – Saat ini untuk pertama kalinya Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tanjungpinang mendatangkan stok ...