Selain Masalah Korupsi Mahasiswa UMRAH Tuntut Transparansi UKT

Tanjungpinang (NetKepri) – Selain beberapa permasalahan Korupsi yang terjadi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Mahasiswa yang melakukan aksi kemarin senin (12/02) juga mempermasalahkan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Dihadapan Rektor UMRAH Prof.Syafsir Akhlus, Putra selaku Prsiden Mahasiswa UMRAH yang memimpin jalannya aksi unjuk rasa tersebut mempermaslahkan mengenai UKT yang tidak tepat sasaran.

Beliau memaparkan “Yang menjadi ketakutan kami terhadap UKT ialah makin tahun makin naik, dan itu menjadi beban buat rekan-rekan mahasiswa, Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayar persemester, terdiri dari empat golongan. Gol pertama 500 ribu, kemudian BKT besarannya itu, Rp 2.400.000, kalau dikawan-kawan di jalur mandiri itu Rp 4 Juta, Saya rasa kita menyalahi aturan.”

Permasalahan UKT ini dijelaskan singkat oleh Rektor UMRAH, “Mahasiswa yang masuk di jalur mandiri ada yang mendapatkan UKT lebih mahal dari kawan-kawan yang lain nya, itu di karenakan kita menutupi UKT adik-adik mahasiwa yang membayar di bawah setandar, dikarenakan mereka tidak mampu dalam hal membayar uang tersebut dan hanya mampu membayar setengah dari UKT yang telah di tetapkan oleh kemenrisdikti tersebut”, Jelas Syafsir Akhlus.

Penjelasan tersebut ternyata masih membuat mahasiswa belum menerima karena menurut mereka masih tidak sesuai fakta dilapangan, Menurut Putra Ketua BEM-KM UMRAH Penggolongan UKT itu berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa, namun kenyataannya masih banyak yang belum tepat dan sesuai.

“Nah hari ini kawan-kawan mahasiswa yang kurang mampu masuk UKT yang paling tinggi, mahasiswa yang paling mampu terdaftar di kurang mampu, Artinya manajemen kampus ini amburadul, padahal sudah baik-baik kami sampaikan ternyata tetap berjalan, Itu bentuk kekecewaan kami”, kesal Putra. (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bulog Tanjungpinang Hadirkan Stok Daging Beku

NetKepri,Tanjungpinang – Saat ini untuk pertama kalinya Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tanjungpinang mendatangkan stok ...