Aksi Lanjutan Mahasiswa Umrah Akan Bicara Dugaan Mark Up Anggaran

Mahasiswa Umrah sedang berkumpul dilapangan pamedan, melakukan konsolidasi. Minggu (18/2).

Tanjungpinang (Netkepri) – Puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Maritim raja Ali Haji (Umrah) berkumpul bersama, menindaklanjuti undangan yang telah disebarkan melalui media sosial dengan agenda mendiskusikan persoalan – persoalan yang sedang dihadapi kampus Umrah, serta mengevaluasi gerakan yang telah dilakukan pada senin lalu (12/2).

Pertemuan tersebut berlangsung dilapangan pamedan, Pukul.13.00 wib, tepat seperti bunyi undangan konsolidasi yang beredar di media sosial tersebut. Minggu (18/2).

Undangan Konsolidasi mahasiswa umrah yang beredar di media sosial.

Puluhan mahasiswa yang sedang berkumpul tersebut dipimpin langsung oleh tokoh mahasiswa, Putra, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, dan Kardoni Vernandes, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Univesitas yang dalam pertemuan tersebut mendiskusikan konsep pergerakan lanjutan yang sesegera mungkin akan dilaksanakan.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mempersoalkan tuntutan aksi senin lalu yang belum semua dipenuhi oleh Rektor Umrah, Syafsir Akhlus. Yaitu tuntutan transparansi anggaran, namun untuk permohonan maaf, syafsir akhlus telah memenuhi hal tersebut dengan memuat permohonan maaf di media nasional, republika.

Meski permohonan maaf telah dilakukan akhlus , hal itu masih mendapat respon tidak puas oleh mahasiswa umrah dikarenakan tidak sesuai dengan harapan mereka.

“Kami menuntut bahwasanya rektor meminta maaf kepada Rakyat Indonesia atas kelalaian tersebut, bukan membuat berita di media cetak republika seperti itu, di tulis kecil dan di muat di kolom internasional, bukan sebagai headline news berita”. Ucap putra.

Mahasiswa juga akan mempertegas tuntutan mereka terhadap Rektor Umrah nantinya terkait dengan persoalan transparansi anggaran serta dugaan mark up anggaran atas pekerjaan pengadaan air bersih.

“Kami di sini memiliki bukti, kasus di umrah akan kita bongkar sesuai data yang saya dapatkan”. ucap salah satu mahasiswa umrah yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Dalam keterangannya, hasil pertemuan menyebutkan akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak lagi. Dengan agenda hari senin, konsolidasi akan dilakukan pada setiap fakultas untuk mengumpulkan massa dan selanjutnya hari selasa (20/2), akan digelar Aksi Massa Lanjutan terhadap Rektor Umrah. (Red).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bulog Tanjungpinang Hadirkan Stok Daging Beku

NetKepri,Tanjungpinang – Saat ini untuk pertama kalinya Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Tanjungpinang mendatangkan stok ...