Workshop Pengembangan Manajemen Kursus dan Perizinan

Tanjungpinang (NetKepri) – Dalam upaya meningkatkan perkembangan pendidikan non formal di Kota Tanjungpinang seperti lembaga-lembaga kursus dan pelatihan sebagai pelengkap dari pendidikan formal, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinag mengadakan Workshop Pengembangan Manajemen Kursus ┬ádan Perizinan Tahun 2017.
Workshop yang diikuti 50 orang pimpinan pengelola lembaga-lembaga kursus dan pelantihan se Kota Tanjungpinang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, ditandai dengan penyematan tanda peserta, di Hotel Bintan Plaza, Rabu (23/8).
Sekda Riono menyebutkan workshop ini sebagai salah satu stimulan untuk peningkatan dan perkembangan lembaga-lembaga kursus yang ada di kota ini, dan jumlah lembaga kursus semakin meningkat.
” Berkembangnya lembaga-lembaga kursus menandakan bahwa daerah tersebut sangat sejahtara, dalam artian sejahtera karena orangtua mampu mengirimkan anaknya ke lembaga kursus “, sebutnya
Selain itu, lembaga-lembaga kursus ini menunjukan bahwa masyarakat juga sudah mulai peduli terhadap pendidikan non formal, dan ini menunjukan bahwa Kota Tanjungpinang sudah mulai berkembang seiring dengan pendidikan non formal yang ada,” tambah Sekda
Para acara itu, Sekda Riono mememberikan pemahaman kepada peserta terkait perizinan, ia katakan bahwa perizinan adalah bagian dari legalitas untuk usaha, lembaga kursus maupun pelatihan harus memiliki perlindungan hukum, seperti perizinan.
Memiliki perizinan banyak memberikan keuntungan bagi lembaga, selain sebagai bukti kuat bahwa kita adalah lembaga yang patuh hukum, dan mejadi sarana promosi dari lembaga kursus lainnya dalam memberi kemudahan perkembangan sebuah lembaga kursus”, ujarnya
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs. HZ Dadang AG, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap lembaga kursus dan pelatihan. ” Kita tidak hanya perduli dengan pendidikan formal saja, tetapi pendidikan non formal juga kita perhatikan “,katanya
Dengan perkembangan pendidikan non formal yang sangat pesat bisa menjadi baromater bagi pendidikan formal. Ia berharap semakin berkembangnya lembaga pendidikan khursus dan pelatihan, maka dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kota Tanjungpinang. (Hum/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*